Jal Mahal, Ikon Pariwisata India 'Pesaing' Taj Mahal

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Selasa, 27/09/2016 11:07 WIB
Jal Mahal, Ikon Pariwisata India 'Pesaing' Taj Mahal Ikon pariwisata India nan masyhur, Taj Mahal, punya 'pesaing' yang tak kalah megah. Jal Mahal atau Water Palace, namanya. (Thinkstock/Meinzahn)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemasyhuran Taj Mahal sebagai simbol keagungan cinta telah melegenda. Namun bangunan megah bercat putih ini bukan satu-satunya ikon pariwisata India. Ia punya 'pesaing' yang tak kalah megah. Jal Mahal atau Water Palace, namanya.

Bangunan keemasan Jal Mahal didirikan oleh Maharaja Madho Singh pada abad ke-18 di tengah-tengah danau buatan Man Sagar di Jaipur, negara bagian Rajasthan. Ia terdiri dari lima tingkat, namun hanya tingkat teratas saja yang tampak di permukaan air.

Sedangkan empat tingkat di bawahnya tetap terendam air, terutama jika air tengah 'pasang.' Beberapa tahun setelahnya, putra Maharaja yaitu Madho Singh II mulai memperbesar istana tersebut dengan menambah pekarangan di bagian dalam.


Bangunan indah ini memiliki gaya aristektur campuran: Rajput dan Mughal, yang sangat umum di Rajasthan. Gaya arsitektur Rajput biasanya terinspirasi dari gaya arsitektur Hindu, sedangkan gaya arsitektur Mughal biasanya terpengaruh dari gaya Islam dan Persia.

Perpaduan Hindu, Islam, dan Persia ini dapat Anda lihat di lorong dan ruang besar di lantai pertama, juga di teras istana yang menampilkan tulisan berupa ayat-ayat yang dibuat melengkung.

Setiap sudut istana juga dihiasi dengan menara berbentuk segi delapan yang memiliki kubah. Sedangkan di tengah teras terdapat paviliun berbentuk persegi panjang dengan gaya Bengali yang biasa disebut Chhatri.

Meski disebut sebagai istana, Jal Mahal tidak tampak seperti hunian bagi para anggota kerajaan. Di dalamnya hanya terdapat teras taman yang digunakan Maharaja untuk bersantai dan berjalan-jalan.

Sayangnya, sebagaimana dilansir dari Amusing Planet, Jal Mahal dan Danau Man Sagar diabaikan begitu saja selama dua abad, tak jelas apa sebabnya.

Padahal pada 1610, danau tersebut sengaja dibuat oleh Raja Man Singh sang penguasa Amer guna menanggulangi permasalahan kelaparan dan kekurangan air yang melanda Jaipur.

Man Sagar pun akhirnya berhasil dijadikan sebagai tempat penyimpanan air yang bisa digunakan untuk minum, irigasi, bahkan sebagai 'taman bermain' bagi beberapa spesies burung.

Namun dalam beberapa abad terakhir, danau tersebut justru dijadikan tempat membuang limbah industri hingga kotor dan tentu saja menimbulkan bau tak sedap.

Beruntung pada 2004, sebuah perusahaan swasta berinisiatif untuk mengambil alih seluruh wilayah danau termasuk Jal Mahal. Mereka pun berencana untuk menjadikan lokasi itu sebagai destinasi wisata.

Hanya saja, sampai saat ini Jal Mahal belum dibuka untuk publik. Wisatawan hanya diperbolehkan memandang istana dari kejauhan atau melayari Man Sagar.


(vga/vga)