Scary Delicious, Pasangan Wine dengan Camilan Serangga

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 06/10/2016 13:31 WIB
Menyadari potensi serangga yang menyehatkan, Aly Moore menciptakan Scary Delicious, memadukan (pairing) wine dengan camilan aneka serangga. Ilustrasi serangga (Wikipedia Commons)
Jakarta, CNN Indonesia -- Los Angeles punya reputasi sebagai kota yang memerhatikan kesehatan dan lingkungan. Kota ini memiliki banyak bar jus dan restoran vegan. Namun sekarang kota ini punya kegemaran dan tren baru dalam soal makanan sehat.

Seolah ingin mengalahkan Bangkok yang terkenal dengan makanan ekstremnya, seorang perempuan asal Los Angeles ingin membawa warganya menuju petualangan kuliner yang sehat sekaligus ekstrem.

Pada 23 Oktober 2016 mendatang, sebuah restoran bernama Bugible akan mengadakan event bertajuk Scary Delicious.


Dalam event ini, tamu yang hadir akan disuguhkan beragam makanan yang dicampur dengan serangga. Dimulai dari mencecap nikmatnya wine yang dipasangkan dengan serangga.

Sang pemilik restoran, Aly Moore 'terobsesi' dengan serangga yang bisa dimakan setelah dia menghabiskan musim panasnya di sebuah klinik kesehatan di Meksiko. Di sana dia mencicipi taco yang berisi belalang.

"Saya adalah orang yang suka petualangan," kata Moore kepada Lonely Planet.

"Buat saya ini hanyalah makanan lain untuk dicoba. Ketika saya pulang ke rumah, bagaimanapun juga, rasa penasaran membuat saya ingin menginvestigasi kenapa saya tak pernah melihat menu serangga di Amerika Serikat. Saya belajar tentang perkembangan entomophagy (istilah untuk menyantap serangga). Tapi saya menemukan ada beberapa sumber informasi tentang hal ini di lapangan."

Investigasi ini akhirnya membuat dia mendirikan bugible (bug + edible). Restoran ini digunakan sebagai cara mengedukasi diri dan pembaca tentang serangga yang bisa dimakan.

"Serangga yak cuma sehat dan bernutrisi untuk manusia, tapi mereka juga sehat untuk lingkungan," kata Moore.

"Mereka tidak membutuhkan air yang banyak, tanah untuk makan selain lahan tradisional untuk hidup. Populasi global diprediksi mencapai 9 juta di tahun 2050 dan saya melihat serangga sebagai sumber kesehatan, keberlangsungan protein di masa depan. Saya ingin menjadi bagian dari perjalanan budaya kuliner ke depannya."

Dengan harga US$55-60, makan malam akan menghadirkan serangga potensial untuk disantap. Beberapa di antaranya adalah kalajengking dan ulat sutra. Kalajengking dianggap sebagai lobster tanah dan memiliki citarasa unik ketika disantap dengan dengan Sauvignon Blanc yang sedikit asam. Sedangkan ulat sutra dianggap sebagai serangga dengan citarasa umami dan rasa 'tanah' yang kuat. Serangga ini dipadukan dengan Zinfandel.

"Awalnya mungkin sedikit takut, tapi setelah mencobanya, mereka biasanya terpesona dengan rasanya," kata dia.

"Serangga memiliki rasa yang halus dan berbeda sehingga masih banyak yang harus dieksplor."



(vga)