Rempah, Ikon Indonesia yang Memikat Bangsa Eropa

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 09/10/2016 08:28 WIB
Kekayaan rempah bisa menjadi gerbang pengenalan kuliner Indonesia. Strategi ini diusung chef Degan Septoadji di sebuah festival di Prancis. Ilustrasi rempah-rempah (Taken/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kekayaan rempah di Indonesia sudah terkenal sejak ratusan tahun silam. Ini lah salah satu alasan yang menarik bangsa Eropa menyambangi Nusantara.

Kekayaan rempah bisa menjadi gerbang pengenalan kuliner Indonesia. Strategi ini diusung chef Degan Septoadji kala mengenalkan kuliner Indonesia kepada masyarakat Paris, Prancis, di acara Festival Colorful Indonesia, pada 14-16 Oktober mendatang.

"Sebenarnya strateginya sama dengan demo masak biasa, namun kali ini sifatnya lebih edukatif, menekankan proses, menjelaskan kisah di balik makanan tersebut, penggunaan rempahnya dan cara masaknya," kata Degan saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di Jakarta, belum lama ini.


Sebelumnya, beberapa bulan lalu, Degan mengenalkan kuliner Indonesia bagi warga London, Inggris. Kini, ia bersiap-siap menggelar demo serupa di Paris. Ia dijadwalkan terbang pada akhir pekan ini.

"Nah, ketika masyarakat Prancis sudah melihat mudahnya membuat bumbu menggunakan rempah Indonesia, dia bisa berani untuk memasak itu. Rempah Indonesia banyak di Eropa," Degan memaparkan.

Menurut Degan, penggunaan rempah untuk bumbu juga akan dipaparkan. Dengan begitu publik Paris paham bahwa dari satu jenis bumbu tertentu bisa jadi beragam masakan Indonesia yang praktis.

Ketika publik Paris dibuat tertarik kuliner Indonesia, maka diharapkan mereka penasaran dan kemudian berkunjung ke Indonesia untuk berwisata kuliner. Pamor kuliner Indonesia pun mendunia.

Dalam upaya promosi itu pula, Degan akan mencoba memadupadankan kuliner Indonesia dengan wine, terutama white wine. Diyakini Degan, white wine cenderung cocok dengan masakan Asia.

Namun tak semua masakan Indonesia cocok dengan wine. Begitu pula tidak semua kuliner Indonesia diterima lidah Eropa. Orang Eropa biasanya lebih tertarik rasa yang kaya seperti santan atau kacang.

"Kalau masakan manis sekali seperti gudeg justru [orang] Eropa kurang suka, bagi mereka makanan manis itu untuk penutup. Nah, kami harus lebih pintar untuk memilih menu yang tepat," kata Degan.

"Orang Eropa itu suka [masakan] yang dibakar, kacang, salad dengan rasa asam manis, mengandung kelapa karena mereka menganggap itu sangat eksotis. Kemudian kunyit dan jahe itu laku sekali."

Festival Colorful Indonesia merupakan acara yang diinisiasi Hotmangaradja Pandjaitan, Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Monako, dan Andorra, sebagai bentuk promosi Indonesia dari berbagai aspek, termasuk budaya, ekonomi dan investasi.

Dalam acara yang akan digelar di Pavillon Dauphine, Paris, tersebut, chef Degan akan memilih bebek bumbu Bali, iga kambing bumbu ketumbar, daging sambal hijau, salmon sayur lodeh, sambal goreng udang, rendang, dan ayam bumbu rujak.

(end/vga)