Lilin Beraroma Apple Mac Laris dalam Dua Jam

Munaya Nasiri, CNN Indonesia | Senin, 10/10/2016 15:21 WIB
Lilin Beraroma Apple Mac Laris dalam Dua Jam New Mac Candle menguarkan aroma mint, peach, kemangi, lavender, jeruk mandarin, daun sage, plus aroma produk baru Apple. (Screenshoot via Twitter/@twelvesouth)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lazimnya, lilin aroma terapi yang beredar menguarkan keharuman lavender, frangipani, jeruk maupun melati.

Namun berbeda dengan lilin aroma terapi pada umumnya, Twelve South, perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat, justru membuat lilin beraroma komputer Apple Mac.

Selama ini, Twelve South memang menjual berbagai aksesori produk Apple. Saat menawarkan lilin aroma terapi tersebut, mereka menyebutnya, New Mac Candle. 


Pihak Twelve South mengatakan bahwa lilin ini memiliki aroma gabungan antara mint, peach, kemangi, lavender, jeruk mandarin, dan daun sage.

Wewangian tersebut menjadi unik lantaran dikombinasikan dengan aroma produk baru Apple saat baru saja dibuka dari kardus karton dan busa kemasannya.

Mengutip dari Oddity Central, lilin yang dibuat di South Carolina ini memiliki aroma yang lebih tahan lama ketimbang produk Apple yang asli.

Pasalnya, New Mac Candle bisa terus menerus membara selama 45-55 jam tanpa henti. Tak hanya itu, harganya pun hanya US$24 (Rp311 ribu).

Tentu itu jauh lebih murah jika dibandingkan dengan produk Apple asli yang mencapai ratusan bahkan ribuan dolar.

"Jika Anda berpikir bahwa Anda sudah melihat segalanya, ini lah yang terbaru," tulis Twelve South saat peluncuran lilin tersebut.

"Pernah membuka kotak Mac yang baru dan mencium aromanya? [Atau mungkin hanya kami?] Kami mengambil aromanya dan benar-benar memasukkannya ke botol. Lihatlah New Mac Soy Candle. Ini tidak bercanda, ini sesuatu yang mengagumkan."

Siapa sangka, masyarakat pun sepakat dengan ide Twelve South. Lilin New Mac berhasil ludes terjual hanya dalam waktu dua jam setelah diluncurkan.

Hal tersebut tentu tak disangka, bahkan oleh sang pencetus ide, Andrew Green.

Melihat kesuksesan itu, Green dan timnya kini tengah berusaha meningkatkan produksi lilin dan bersiap merekrut tim baru untuk bekerja pada libur musim dingin ini.

"Kami seperti tim kutu buku dari Mac. Sesuatu yang dimulai dengan gurauan ternyata dapat dengan mudah menjadi sebuah produk," ujar Green kepada AdWeek.

Ia menambahkan, "Saya tidak bisa membayangkan hadiah yang lebih baik untuk pecinta Mac di liburan kali ini. Ini ide yang sangat tepat, jadi kami akan membuatnya lebih banyak lagi."



(vga/vga)