Keriaan Festival Seni Budaya di Kawasan Perbatasan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 13/10/2016 14:16 WIB
Festival Wonderful Indonesia ini telah empat kali diadakan. Tahun lalu, sekitar 5.000 wisman asal Malaysia datang menyaksikan atraksi seni budaya ndonesia. Wisatawan lokal bermain di Pantai Pasir Panjang, Singkawang, Kalimantan Barat, Senin, 22 Februari 2016.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesuksesan Festival Wonderful Indonesia di perbatasan negara Republik Indonesia dan negeri jiran membuat Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin bersemangat menggelar acara serupa secara rutin.

Untuk yang ke-empat kalinya, Kemenpar akan menghibur masyarakat yang tinggal di perbatasan Aruk, Kecamatan Sajingan, Kabupatan Sambas, Kalimantan Barat, dengan acara Festival Wonderful Indonesia pada 5-6 November 2016 mendatang.

Tak hanya penduduk setempat, Kemenpar juga berusaha untuk menggaet wisatawan mancanegara (wisman) dari kawasan Malaysia Timur—Serawak dan Sabah, sang tetangga terdekat.


Festival yang akan berlangsung di lapangan Terminal Besar Sajiangan ini dipastikan lebih meriah dari tahun sebelumnya.

Tahun lalu, sekitar 5.000 wisman asal Malaysia menyaksikan atraksi seni budaya khas Indonesia di festival tersebut.

"Festival Wonderful Indonesia di perbatasan Aruk menjadi salah satu program andalan dari Kemenpar untuk mendongkrak kunjungan wisman Malaysia," kata Menteri Pariwista (Menpar) Arief Yahya, melalui keterangan resmi, pada Kamis (13/10).

Kemenpar, dikatakan Menpar Arief, menargetkan dua juta kunjungan wisman Malaysia selama 2016. Acara festival yang diadakan di perbatasan sudah terbukti sangat efektif untuk menggenjot pencapaian tersebut.

“Kalimantan Barat memiliki banyak potensi wisata, terutama seni budaya, alam dan kuliner,” tambah I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar.

Sejumlah atraksi akan digelar sepanjang Festival Wonderful Indonesia 2016, mulai dari musik dangdut sampai Melayu.

"Musik dangdut dan Melayu sangat disukai wistawan, terutama yang di perbatasan. Karena itu kami akan menghibur dengan musik kesenangan mereka," kata Rizki Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara.

Selain musik, selama dua hari acara tersebut dihelat, pengunjung juga akan menyaksikan atraksi budaya lokal seperti tarian tradisional khas Suku Dayak, pangkak gasing dan pesta kembang api.

“Yang menarik, ada juga demo tato Dayak dan demo pembuatan kain tenun songket,” ujar Rizki.

Masih ada kegiatan luar ruang yang tak kalah seru. Seperti trekking riam, trail fun bike dan jungle flying fox.

“Para pengunjung bisa menikmati trekking Riam Meresap yang ditempuh selama 20 menit, untuk rute trail adventure berjarak sekitar 33,76 kilometer dengan melewati hutan,” ujar Eddy Susilo, Kepala Bidang Festival Pasar Asia Tenggra.

Festival serupa juga pernah dua kali digelar di perbatasan Entikong. Terakhir kali diadakan pada Maret kemarin, acara itu juga didatangi oleh sekitar seribu wisman Malaysia dari wilayah Tebedu.

(ard/vga)