Turis di Thailand Respek Mendiang Raja Bhumibol

Vega Probo, CNN Indonesia | Sabtu, 15/10/2016 15:30 WIB
Turis di Thailand Respek Mendiang Raja Bhumibol Hotel di Thailand tetap buka, akan tetapi sejumlah tempat wisata tutup. Turis dianjurkan untuk menaruh respek sembari berlibur.(Foto: REUTERS/Chaiwat Subprasom)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian Raja Bhumibol Adulyadej, yang berkuasa lebih dari 70 tahun, pada Kamis (13/10), membuat rakyat Thailand berduka. Turis yang kadung menjejakkan kakinya di Negeri Gajah Putih ini pun ‘terjebak’ dalam suasana berkabung.

Pemerintah Thailand menetapkan perkabungan selama 30 hari, serta mengimbau warga tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Tapi situasi ini tak ayal membuat turis gamang: di satu sisi ingin menunjukkan respek, di sisi lain mau melanjutkan pelesirannya.

CNN melaporkan, situasi Thailand yang tengah berduka tidak akan berdampak besar pada pengoperasian bisnis. Seluruh bandar udara, transportasi publik, bank, rumah sakit, dan layanan publik lain tetap beroperasi secara normal sebagaimana biasa.


“Pusat perbelanjaan, restoran dan lokasi wisata diharapkan tetap buka seperti biasa,” kata Richard Barrow, blogger terkenal yang aktif mengabarkan tentang situasi terkini untuk warga lokal dan wisatawan melalui Twitter, kepada CNN.

“Namun sejumlah acara telah dibatalkan selama 30 hari masa berkabung,” ia menambahkan.

Acara Bulan Purnama Batal

Acara di Thailand yang dibatalkan penyelenggaraannya, termasuk Full Moon Party, pesta tepi pantai di Pulau Koh Pha Ngan, yang selama ini menarik perhatian turis mancanegara.

“Lokasi hiburan juga diminta untuk menunjukkan respek dan tidak memutar musik dengan volume kencang,” kata Barrow.

Pada Jumat malam (14/10), Tourism Authority of Thailand (TAT) merilis panduan wisata bagi para turis.

Dalam panduan itu disebutkan lokasi wisata yang akan ditutup, yaitu Wat Phra Kaeo (Temple of the Emerald Buddha) dan The Grand Palace, karena akan dijadikan lokasi perkabungan keluarga kerajaan, Royal Funeral Rites.

“Pemerintah telah meminta para pengelola lokasi hiburan—macam bar, kelab malam—agar mau bekerja sama; mengatur jam buka selama masa perkabungan ini,” demikian isi panduan dari TAT.

“Keputusan [pengaturan jam buka] akan dibuat oleh masing-masing pemilik lokasi hiburan.”

Kepada CNN, para pemilik restoran dan bar di Bangkok menyatakan mereka akan tetap buka, namun membatalkan semua acara yang sudah dijadwalkan.

Menurut media lokal, sejumlah kelab malam pun mengumumkan penutupan usahanya sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Hotel Tetap Buka

Seiring kebutuhan akomodasi, seluruh hotel yang dihubungi CNN menyatakan tetap buka seperti biasa, sesuai imbauan pemerintah.

Resor-resor tepi pantai yang merupakan destinasi populer di Thailand juga tetap beroperasi seperti biasa, pada Jumat kemarin (14/10).

“Pegawai hotel menyatakan kepada saya bahwa para turis tetap bebas menikmati pantai-pantai seperti biasa dan tidak ada seorang pun yang dilarang mengenakan pakaian renang, tapi tidak akan ada pesta di tepi pantai,” penulis perjalanan, Tina Hsiao, yang menginap di sebuah resor di Koh Samui.

Cara Menunjukkan Respek

Warga Thailand diminta untuk mengenakan pakaian hitam selama masa berkabung. Para turis tidak diminta untuk mengenakan pakaian yang sama, namun “Warga Thailand akan sangat mengapresiasi bila para turis mengenakan pakaian warna senada selama 30 hari pertama,” kata Barrow.

“Para turis harus menunjukkan perilaku respek, terutama saat berada di antara warga Thailand. Warga setempat sangat mencintai dan menaruh respek kepada Raja Bhumibol dan kematiannya membuat mereka berduka,” Barrow menambahkan.

“Anda harus menghormati perasaan warga Thailand yang saat ini sedang sedih dan sensitif,” demikian disarankan Pemerintah Inggris kepada warganya yang menjadi turis di Thailand.

“Akses ke lokasi hiburan, termasuk restoran, bar dan pusat perbelanjaan mungkin ditutup dan Anda harus bersikap penuh hormat di area publik; jika memungkinkan, kenakan sombre dan pakaian sopan saat berada area publik; cek media lokal secara berkala dan ikut petunjuk dari pemerintah setempat.”

Kedutaan Besar China serta Australia juga mengimbau segenap warganya yang sedang berpelesir di Thailand agar “menjaga sikap dan menaruh respek terhadap warga Thailand selama masa berkabung.” (vga)