Kala Peniti Raksasa Jadi Aksesori Punk yang Gaya

Vega Probo, CNN Indonesia | Kamis, 20/10/2016 10:35 WIB
Kala Peniti Raksasa Jadi Aksesori Punk yang Gaya Anting-anting peniti (topshop.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Spirit punk yang diusung oleh Malcolm McLaren, Vivienne Westwood dan The Sex Pistols pernah mewarnai Inggris pada era 1970-an. Kini, lebih dari empat dekade berlalu, spirit punk belum padam.

Mode yang satu ini memopulerkan banyak simbol, antara lain lingkaran-A dan pernak-pernik serba hitam termasuk bendera. Namun sebuah simbol punk yang agaknya tak lekang oleh waktu adalah peniti.

Berbekal semangat kebebasan individu, anti-kemapanan dan etika do-it-yourself (DIY), para penganut mode punk mengadaptasi benda sehari-hari untuk diselaraskan dengan estetika mereka.



Sebagian mereka memakai baju robek yang ‘direkat’ peniti. Bagi mereka peniti bukan sembarang aksesoris, melainkan bagian dari fesyen yang bermakna. Kini, seberapa penting keberadaan peniti?

Beberapa desainer di Barat kembali mengadopsi peniti untuk kreasi terbaru. Laman Independent menyebutkan, kreasi ini sarat inspirasi dan bisa jadi menyimbolkan persatuan atau pemberontakan.


Lihat saja, kalung peniti buatan Celine, atau anting-anting dan bros peniti karya Balenciaga dan Sonia Rykiel. Ada pula aksesori pipi milik Alexander McQueen yang tampak ekstrem dan ‘mengerikan.’

Sebelumnya, Versace sudah lebih dulu membuat gaun hitam berpeniti untuk aktris cantik Liz Hurley, pada 1994. Begitu pula perusahaan fesyen Belgia, Maison Margiela, tertular inspirasi peniti.

Hadirnya aksesori peniti kini tak terbatas gender. Siapa pun—pria dan wanita—bisa memakainya. Yang pasti, spirit punk pada peniti yang melambangkan pemberontakan dan sisi petualang fesyen belum padam.



(vga/vga)