Pekan Mode memang berhulu di Eropa. Tepatnya, Prancis. Namun sebetulnya acara ini sudah lebih dahulu diperkenalkan di Amerika Utara hingga New York. Sejak itu, Pekan Mode merebak di mana-mana dengan karakteristik masing-masing.
Pada 1850-an, menurut laman NYU Local, para desainer kelas atas Prancis mengadakan peragaan busana privat untuk pelanggan setia mereka. Berikutnya, pada 1903, New York pun menggelar acara serupa yang diorganisir oleh butik Ehrich Brothers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkat campur tangan Eleanor Lambert, publisis seni dan fesyen, akhirnya acara yang masih disebut Press Week dibuat lebih terarah dan digelar sesuai musim. Lambat laun kreasi Pekan Mode berkembang makin besar dalam sejarah fesyen.
Ini lah langkah untuk mempromosikan sekaligus memupuk keberagaman kreasi di bidang fesyen. Satu per satu nama yang memberi pengaruh di jagat fesyen mulai dikenal dan melegenda. Mereka menciptakan bisnis, ikon dan tren dan lain-lain.
Namun kini, menurut laman Fashionista, makna Pekan Mode makin samar: apakah untuk menangguk keuntungan, menampilkan seni, atau memamerkan eksistensi via media sosial? Tak jarang, desainer menampilkan peragaan busana semi-teatrikal.
Terlepas dari itu, Pekan Mode menjadi arena yang tepat bagi para desainer—dari pemula hingga pakar—untuk merayakan gaya terkini sekaligus menarik perhatian publik. Pekan Mode akan selalu menjadi magnet bagi kalangan fashionista.
(vga/vga)