Publik Slovakia Terpikat Keindahan Batik Indonesia

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 23/10/2016 11:32 WIB
Koleksi batik Alleira yang dipertunjukkan di ajang Imperial Festival, sukses memikat para pencinta fesyen Slovakia. Koleksi Batik Alleira di Imperial Festival sukses memikat warga Nitra, Slovakia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Model profesional Slovakia memperagakan koleksi batik dari Alleira di ajang Imperial Festival yang diselenggarakan oleh majalah gaya hidup Luxury Magazine ON Slovakia, di Kota Nitra.

Mereka tampil anggun dan elegan di hadapan 100 tamu khusus.

"Saya baru tahu bahwa Indonesia juga memiliki industri fesyen sendiri, dan saya suka motif batik yang modern, cantik dan memesona," ujar Miro, warga Slovakia yang menyaksikan peragaan busana kali ini, dilansir ANTARA.


Direktur Operasional Alleira Batik Zakaria Hamzah mengemukakan dia terkejut dengan antusiasme para undangan. Antusiasme itu juga yang membuat dia berniat kembali ke Slovakia dan membawa lebih banyak koleksi batik.

"Melihat peluang yang bagus, Batik Alleira berencana kembali lagi ke Slovakia, juga negara-negara di Eropa Tengah lainya, baik untuk fashion show, namun juga untuk memulai penjualan ritel, utamanya produk tekstil seperti syal dan kain yang disukai pasar luar negeri," ujarnya.

Saat ini, Alleira telah memiliki butik di Singapura, Malaysia, dan Australia. Alleira juga telah mengikuti berbagai lawatan promosi dan dagang bersama pemerintah ke berbagai negara seperti Singapura, Hong Kong, Malaysia, China, Turki, Australia, Rusia, Jerman, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa.

Duta Besar RI untuk Republik Slovakia Djumantoro Purbo menyatakan, penampilan peragaan busana batik di Imperial Festival merupakan ajang unjuk kekayaan dan keberagaman seni dan warisan budaya yang dikemas dalam wujud mode.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik Slovakia bahwa dengan kualitas dan desain yang modern, batik Indonesia kini semakin popular di dunia internasional. Terlebih semenjak UNESCO mengukuhkan batik sebagai Warisan Budaya Lisan dan Non-bendawi Manusia, pada Oktober 2009,” ujar Djumantoro. (ANTARA/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK