Olahraga Sebelum Sarapan Bikin Langsing?

Vega Probo, CNN Indonesia | Rabu, 26/10/2016 06:51 WIB
Olahraga Sebelum Sarapan Bikin Langsing? Ilustrasi (morgueFile/fitwalk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melewatkan sarapan dan langsung berolahraga pada pagi hari membuat Anda tak butuh terlalu banyak makan selama seharian. Demikian disarankan dari hasil penelitian terbaru yang dilansir Live Science.

Dalam penelitian itu, 12 partisipan pria kulit putih usia 18-23 tahun yang selalu aktif secara fisik tiba di lab pada pukul delapan pagi dan dikelompokkan secara acak. Satu kelompok diberi sarapan oatmeal plus jus jeruk, dan satu kelompok lain ‘puasa.’

Lalu, pada pukul sepuluh pagi, para pria tersebut berolahraga menggunakan treadmill selama satu jam.

Sepekan kemudian, para partisipan mengulangi eksperimen yang sama, tetapi ditukar kelompok. Para pria yang semula digabung di kelompok sarapan, kini ‘puasa.’ Begitu pula sebaliknya, para pria yang awalnya ‘puasa’ lalu digabung di kelompok sarapan.


Para pria diberi bekal untuk dimakan setelah berolahraga, dan dibebaskan untuk makan sepuasnya. Hasil yang diperoleh para peneliti menunjukkan bahwa para pria mengonsumsi lebih banyak kalori sepanjang hari bila mereka sarapan sebelum berolahraga.

Hasil penelitian ini dipublikasikan secara online, pada akhir September 2016 lalu, di  The Journal of Nutrition and Metabolisms [9 Meal Schedules: When to Eat to Lose Weight]. Terlihat perbedaan nyata antara kedua kelompok partisipan.

Secara rata-rata, menurut Jessica Bachman, ketua penulisan hasil penelitian, partisipan yang sarapan sebelum berolahraga, mengonsumsi sekitar 4.500 kalori. Sementara partisipan yang berolahraga tanpa sarapan hanya mengonsumsi 3.600 kalori saja.

Kepada Live Science, Jessica, yang juga menjadi asisten profesor bidang exercise science di University of Scranton di Pennsylvania, Amerika Serikat, mengatakan bahwa para pria mengonsumsi sebagian besar ekstra kalori tersebut saat sore hari.

“Sejak lama, orang-orang telah mencari tahu soal bagaimana olahraga mempengaruhi selera makan,” kata Jessica. Menurutnya, ada banyak keterangan yang dimanipulasi, namun tidak demikian halnya soal dampak konsumsi sarapan ini.

Hasil penelitian ini, menurut para peneliti, bisa menjadi implikasi bagi orang-orang yang berusaha menurunkan atau mempertahankan berat badan. Keseimbangan energi memiliki hubungan antara energi dikonsumsi dan energi dikeluarkan.

Pada akhirnya, menurut laporan Eating After Workouts: The Science of Timing Meals and Exercise, perlu pula ditentukan apakah seseorang memang ingin menambah, menurunkan atau mempertahankan berat badan.

(vga/vga)


BACA JUGA