'Bleisure,' Cara Milenial Berbisnis dan Berlibur

Vega Probo, CNN Indonesia | Senin, 07/11/2016 09:23 WIB
Kaum milenial meminta perpanjangan jadwal perjalanan bisnis agar bisa melanjutkan liburan pribadi. Ilustrasi: Kaum milenial meminta perpanjangan jadwal perjalanan bisnis agar bisa melanjutkan liburan pribadi. (kpgolfpro/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak seperti dibayangkan banyak orang, perjalanan dinas menuju New York, AS, ada kalanya bagai neraka. Sebagaimana digambarkan di film komedi Planes, Trains and Automobiles (1987).

Film ini mengisahkan perjalanan Neal Page (Steve Martin) di New York, yang berujung mimpi buruk. Tanpa bekal uang, ia terdampar di Wichita. Ia kesulitan mendapatkan kendaraan menuju Chicago menjelang Thanksgiving.

Terlepas dari dramanya, menurut laman Sydney Morning Herald, film ini menggambarkan sejujurnya ‘neraka’ yang dihadapi seseorang kala melakukan perjalanan dinas. Bukannya mendapat kesenangan, tapi malah stres.


[Gambas:Youtube]

“Orang mengira perjalanan ke sana ke mari adalah gaya hidup yang sangat glamor,” kata Andi Budd, eksekutif senior Asia-Pacific di American Express Global Business Travel. Padahal perjalanan sesungguhnya membosankan.

“Kenyataannya perjalanan hanya berputar-putar dari bandara ke kantor, lalu ke hotel, balik ke kantor lagi, bertemu klien, kembali ke bandara dan pulang ke rumah,” kata Andi. “Biasanya pula terlalu banyak makan junk food.”

Tak heran bila kaum milenial—generasi yang lahir pada 1980 dan tumbuh dewasa pada era 2000—menuntut pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik dibanding seniornya. Tak ingin menjadi ‘prajurit jalanan’ yang kesepian.

Sebuah survei yang melibatkan 250 manajer dan buyer perusahaan wisata yang dilaporkan The Association of Corporate Travel Executives and American Express, menunjukkan adanya tuntutan ‘surga’ dari para karyawan.

Mereka menuntut urusan pekerjaan digabungkan dengan liburan. Mereka meminta perpanjangan jadwal perjalanan bisnis agar bisa melanjutkan liburan pribadi. Separuh responden mendamba keseimbangan hidup dan kerja.

Jumlah kaum milenial yang menuntut hal itu naik dibandingkan tiga tahun terakhir. Sementara 42 persen menyatakan lebih banyak karyawan yang menginginkan kombinasi perjalanan bisnis dengan liburan.

Bila perusahaan bisa membuat para karyawan bahagia saat dinas, mereka bakal lebih produktif dan loyal.Andi Budd, eksekutif senior Asia-Pacific di American Express Global Business Travel
Sebagian besar pelaku perjalanan bisnis yang disurvei berusia 20-30 tahun. Ini lah yang, menurut Andi, membuat banyak perusahaan kini melakukan bleisure, perjalanan yang memadukan business dan leisure.

Kenyataannya, pihak perusahaan senang-senang saja mengatur bleisure untuk para karyawannya. Sebab diyakini Andi, “Bila perusahaan bisa membuat para karyawan bahagia saat dinas, mereka bakal lebih produktif dan loyal.”

Menurut survei tersebut, ada 46 persen manajer perjalanan di perusahaan yang didominasi milenial mengakui adanya kenaikan jumlah karyawan yang ingin membawa serta keluarga saat mereka melakukan perjalanan dinas.

Rachel Argaman, petinggi TFE Hotels yang berbasis di Australia, menyatakan perusahaanya menyiapkan hotel bergaya apartemen bagi karyawan yang melakukan perjalanan dinas. Juga memperkenankan mereka membawa pasangan atau anaknya.

“Tren ini terjadi seiring makin mudahnya biaya perjalanan diakses oleh individual maupun perusahaan, memberikan banyak kelonggaran,” kata pemilik 70 hotel di enam negara di bawah payung merek Adina, Medina dan Travelodge.

Menurut Andi, kaum muda yang ‘berpatungan’ memakai Uber saat melakukan perjalanan dinas pun makin banyak, dibanding yang menggunakan taksi. Mereka juga memanfaatkan akomodasi Airbnb daripada penginapan tradisional.

“Mereka tidak ingin seperti pemuda yang duduk di motel sembari makan McDonald’s—mereka lebih suka menginap di rumah yang nyaman berbagi dengan sebaya mereka,” kata Andi, dikutip Sydney Morning Herald.

Meski sepintas terkesan lebih mengasyikkan, Andi mewanti-wanti para perusahaan agar memperhatikan urusan asuransi. Sebab bukan mustahil para karyawan mengalami cedera saat berlibur usai melakukan perjalanan bisnis.


(vga/vga)