Retensi Plasenta, Sindrom yang Ancam Nyawa Kim Kardashian

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 15/11/2016 18:58 WIB
Retensi Plasenta, Sindrom yang Ancam Nyawa Kim Kardashian Kim Kardashian disarankan tidak kembali mengandung karena bisa terkena retensi plasenta yang bisa mengancam nyawanya. (REUTERS/Kevork Djansezian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Episode terbaru reality show Keeping Up with the Kardashians yang tayang baru-baru ini, memperlihatkan Kim berkunjung ke dua dokter ahli kandungan. Ke-dua dokter tersebut menyarankan agar istri Kanye West itu tidak mengandung lagi.

Alasannya, karena kehamilan ke-tiga bisa membuat Kim berisiko terkena retensi plasenta, komplikasi kandungan yang bisa mengancam nyawanya.

Melansir laman People, kehamilan Kim sebelumnya juga kerap bermasalah. Itulah sebabnya, risiko retensi plasenta semakin tinggi bagi Kim, jika dia berharap mengandung anak ke-tiga.


“Bisa jadi kehamilan ketiga menyebabkan komplikasi yang lebih serius,” kata Dr. Paul Crane, yang merawat Kim saat hamil.

“Saya mengerti kamu ingin mengambil risiko itu, tapi retensi plasenta bisa berisiko kematian,” paparnya.

Saat mengandung North West, Kim mengalami preeklamsia dan placenta accreta, atau kondisi di mana plasenta melekat pada dinding rahim. Kondisi itulah yang membuat Kim semakin rentan terkena retensi plasenta.

Apa itu Retensi Plasenta?

Menurut Badan Kesehatan Dunia, retensi plasenta adalah kondisi di mana plasenta tidak ikut keluar bersama bayi, hingga satu jam setelah bayi lahir.

Kondisi ini berbahaya bagi ibu karena bisa menyebabkan kematian akibat perdarahan kronis.

Jika retensi plasenta terjadi, ibu harus segera masuk ruang pembedahan dan plasenta dikeluarkan melalui operasi. Namun, hal ini sangat berisiko, terlebih bagi wanita yang telah melalui operasi caesar, berusia lebih dari 35 tahun dan pernah melahirkan sebelumnya.

Saat ini, Kim berusia 36 tahun dan telah melahirkan dua anak. Sebelumnya, Kim juga harus dioperasi karena plasentanya menempel pada dinding rahim.

Melansir Mayo Clinic, jikapun Kim memilih untuk tetap hamil, solusinya adalah dengan melakukan operasi caesar saat melahirkan, yang kemudian dilanjutkan dengan prosedur pengangkatan rahim. (les)