GIPI Rangkul Asosiasi Demi Pengembangan Wisata Indonesia

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Senin, 21/11/2016 19:46 WIB
GIPI mewadahi asosiasi yang bergerak di sektor pariwisata. Badan ini mendukung langkah pemerintah untuk pengembangan dan pembenahan wisata Indonesia. Ilustrasi. Petugas bandara membersihkan kaca di terminal keberangkatan Bandara Rembele Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (1/3). (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Industri pariwisata Indonesia terus berbenah, salah satunya dengan cara mendirikan badan kepengurusan yang fokus akan pengembangan dan pemasaran.

Dikutip dari keterangan resmi yang dirilis oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada Minggu (20/11), sebuah badan bernama Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) yang telah resmi terbentuk sejak April 2011 akan melakukan pelantikan anggota pengurus secara perdana pada 30 November mendatang.

GIPI merupakan wadah dari seluruh asosiasi yang selama ini bergerak di sektor pariwisata. Dalam pertemuan mendatang, sebanyak 35 organisasi industri pariwisata akan hadir.


Ketua GIPI periode 2016-2021, Didien Junaedy mengatakan kalau pertemuan tersebut juga akan membahas rincian program kerja GIPI untuk lima tahun ke depan.

Secara garis besar, program kerja GIPI meliputi pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Kami akan fokus mendukung pemerintah menuju target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta wisatawan nusantara (wisnus) hingga tahun 2019 nanti," kata Didien.

"Semuanya merupakan program kerja utama GIPI yang harus dicapai. Kami akan melaksanakannya dengan konsisten, kreatif, dan penuh sikap inisiaif," lanjutnya.

Tantangan bagi industri pariwisata memang tidak mudah. Presiden Indonesia Joko Widodo sudah mencanangkan target besar yang juga menjadi patokan kerja Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Presiden Jokowi sudah menarget untuk menaikkan dua kali lipat jumlah kunjungan wisatawan sampai 2019. Pariwisata juga diminta memberikan kontribusi pada produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar delapan persen dengan devisa sebesar Rp280 triliun, juga membuka 13 juta lapangan kerja," ujar Didien.

Didien juga menjelaskan bahwa capaian pariwisata pada 2015 sudah membaik, yaitu jumlah kunjungan wisman menembus angka sepuluh juta orang dan jumlah wisnus 255 juta orang.

Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar empat persen dengan devisa yang dihasilkan sekitar Rp155 triliun dan terciptanya 11,3 juta lapangan kerja baru.

Angka indeks daya saing Indonesia juga naik 20 poin, menjadi ranking 50 di antara 141 negara.

"Ke depannya perlu kolaborasi yang lebih kuat lagi dari pemerintah, kalangan bisnis, akademisi, komunitas dan media agar target itu bisa diraih. Jika semua unsur itu bersatu, saya yakin Indonesia akan menuju jaman pariwisata keemasan," tutup Didien.

(ard/ard)