Makan Gurita Hidup ala Korea Dianggap Tindakan Bar-bar

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 23/11/2016 12:00 WIB
PETA menganggap kegiatan menyiapkan, memutilasi, dan menyantap gurita hidup atau sannakji tergolong bar-bar. Gurita hanyalah salah satu hewan yang disiksa. Sannakji, adalah salah satu makanan Korea Selatan yang mengharuskan Anda menyantap gurita hidup. Hal ini dianggap sebagai sebuah tindakan bar-bar. (Dok. Wikipedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pecinta berbagai drama dan reality show Korea pasti pernah melihat 'atraksi' orang menyantap gurita hidup-hidup.

Orang yang sudah pernah coba mungkin mengklaim kalau gurita hidup ini punya rasa yang enak. Tapi jujur saja, membayangkan bagaimana mereka masih bergerak kesakitan di dalam mulut itu hal yang sadis.

Belum lagi ada kemungkinan kalau saat tentakelnya masuk mulut bisa membuat Anda tersedak.


Hal ini juga yang membuat organisasi pecinta hewan PETA melakukan investigasi yang berfokus pada praktik 'bar-bar.'

Investigator PETA masuk ke sebuah restoran di Los Angeles pada September 2016 lalu dan membuat film tentang cara koki restoran menyiksa dan menyajikan seekor gurita hidup.

Dalam video tersebut digambarkan bahwa koki restoran memotong tentakel gurita dalam keadaan hidup. Karena hanya menyajikan satu porsi, hanya dua tentakel yang dibutuhkan. Koki memotong dua tentakel gurita hidup dan mengirisnya kecil-kecil. Tentakel ini masih bisa bergerak-gerak.

Sementara itu, gurita yang kehilangan dua tentakelnya dibiarkan di atas papan pemotong. Dengan sisa tentakelnya, gurita 'pincang' ini menunggu 'ajal' sampai ada orang yang kembali 'memesannya.'

Saat ada pesanan baru, dua tentakel lagi dipotong. Ketika tentakelnya habis, sisa kepalanya juga tak luput dari 'siksaan.' Organ dalamnya dikeluarkan dengan cara dibalik. Gurita ini pun dibiarkan mati dengan sendirinya.

Sajian tentakel gurita ini dikenal dengan nama sannakji.

"Gurita yang dipotong hidup-hidup itu merasakan kesakitan setiap kali pemotongan dilakukan," kata ahli cephalopoda Dr. Jennifer Mather kepada PETA, dikutip dari Metro.

"Ini sama menyakitkannya seperti saat ikan, kaki kelinci, dan babi dipotong satu per satu. Ini adalah hal paling bar-bar yang dilakukan pada hewan."

Ahli hewan invertebrata Dr Jaren G. Horsley mengatakan bahwa lobster akan merasakan sakit saat dipotong dan dibuka. Dan lobster akan merasakan paling sakit saat sistem sarafnya dihancurkan.

Dalam video tersebut tak cuma digambarkan soal kekejaman pada gurita. Ada juga hewan laut lain yang mengalami penyiksaan serupa. Udang dan lobster juga disajikan kepada pelanggan saat tubuhnya masih hidup dan bisa bergerak.

Melihat penyiksaan tersebut, PETA mengimbau pemerintah Amerika untuk membuat sebuah aturan yang melarang mutilasi hewan, disiapkan, dan disajikan hidup-hidup.

PETA menggalang tanda tangan untuk mendapat persetujuan ini. Ada sejumlah orang dari New York, California, dan Eropa yang sudah menandatangani petisi ini. (vga)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK