Banyuwangi Gelar Festival Pemersatu Etnis

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 01/12/2016 13:33 WIB
Banyuwangi Gelar Festival Pemersatu Etnis Suasana berwisata di Pantai Pulau Merah, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (9/12). (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, akan menggelar Festival Kuwung pada Sabtu (3/12). Festival seni budaya itu akan diusung dengan tema Kembang Setaman Bumi Blambangan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, seperti yang dikutip dari Antara pada Kamis (1/12) menjelaskan bahwa dalam acara itu para wisatawan bisa menikmati suguhan karnaval budaya megah yang diangkat dengan gaya teatrikal mengenai keanekaragaman etnis di Banyuwangi, mulai dari Suku Using, Jawa, Mandar, Bali, Madura, hingga Tionghoa.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, M.Y. Bramuda, menambahkan, “semua itu suku mayoritas yang ada di Banyuwangi. Sengaja kami angkat tema ini, karena kami ingin menunjukkan bahwa kebhinnekaan tidak menghalangi kita untuk bersatu membangun daerah. Di sini kita tidak lagi berbicara orang Jawa, Using atau Madura, tapi kita berbicara Banyuwangi.”


Bramuda mengatakan bahwa ada lebih dari 900 peserta yang akan menyemarakkan festival tersebut.

Tidak hanya berasal dari Banyuwangi, sebagian peserta juga berasal dari kabupaten dan kota lain, seperti Kota Bogor, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kediri, Kota Problinggo, dan Kabupaten Sumbawa Barat.

Di festival ini, mereka akan menampilkan kesenian dan budaya asli daerahnya masing-masing.

"Inilah yang membedakan Festival Kuwung dengan festival lainnya. Bila festival lain menampilkan satu tematik budaya Banyuwangi, di Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan dipertontonkan. Apalagi ditambah dengan kehadiran peserta dari daerah lain, menjadikan Festival Kuwung sebagai etalase kesenian dan tradisi yang membanggakan," ujar Bramuda.

Hingga akhir tahun ini, Banyuwangi memiliki banyak kegiatan menarik. Selain Festival Kuwung, juga akan dihelat Banyuwangi Ijen Green Run, yang semuanya ditujukan untuk memanjakan wisatawan di daerah ujung timur Pulau Jawa itu.

Banyuwangi Ijen Green Run akan digelar pada Sabtu (3/12) pagi. Ajang wisata olahraga itu memadukan konsep lomba lari dengan rute alam bebas (trail run) di kaki Gunung Ijen.

Dimulai tepat pukul 06.00 WIB, sebanyak 500 peserta akan ambil bagian.

"Dengan konsep ini, kami mencoba menyajikan keindahan alam Banyuwangi yang masih belum tersentuh. Ini cara kami mengundang wisatawan dengan menawarkan hal yang berbeda melalui ajang olahraga yang berbalut nuansa wisata," ujar Anas.

Setelah mengikuti Banyuwangi Ijen Green Run, peserta bisa langusng datang ke Festival Kuwung. Setelah itu, jika peserta lari dan wisatawan lain ingin menikmati fenomena api biru Kawah Ijen, bisa langsung mendaki ke kawah eksotis tersebut hingga Minggu (4/12) pagi.

(ard/ard)