Sate Ayam dan Nasi Goreng Diburu Warga Moskow

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 02/12/2016 16:33 WIB
Sate Ayam dan Nasi Goreng Diburu Warga Moskow Sate ayam dan nasi goreng jadi primadona di acara Moscow Winter Bazaar di Moskow, Rusia. (robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sate ayam dan nasi goreng jadi primadona di ajang Moscow Winter Bazaar, yang diadakan International Womens Club of Moscow (IWCM) di Hotel Radisson Slavyanskaya, Moskow, akhir pekan lalu.

KBRI Moskow bersama Dharma Wanita Persatuan Indonesia, menggelar gerai kuliner khas Indonesia, yang langsung diserbu pengunjung.

Selain sate ayam dan nasi goreng, stand Indonesia juga menjual lumpia, nasi bakar, bakwan, martabak, aneka kue, mi instan, serta kopi.


Indonesia juga menjual berbagai barang kerajinan dan busana seperti kemeja batik, kipas batik, syal batik, kain songket, bros, perhiasan, serta pembatas buku wayang.

Dubes RI untuk Rusia merangkap Belarus, Wahid Supriyadi menghargai kiprah Dharma Wanita Persatuan KBRI Moskow melaksanakan diplomasi kuliner kepada masyarakat Rusia. Selain itu keuntungan dari hasil bazar disumbangkan DWP KBRI Moskow melalui IWCM bagi mereka yang membutuhkan di Rusia.

“Ini sangat bermakna bagi peningkatan citra positif Indonesia di masyarakat Rusia dan internasional,” kata Wahid.

Selain menyajikan aneka kuliner dan produk manca negara, di ruang teater Winter Bazaar ditampilkan pertunjukan seni budaya internasional.

Indonesia menampilkan tari Jaipong "Toka-Toka" dari Jawa Barat oleh Katerina Makanina, tari kontemporer "Sari Dewi" dari Jawa Tengah oleh tujuh mahasiswa Rusia dari Institute of Asia Africa Moscow State University, tari "Lenggang Nyai" dari Jawa Tengah oleh mahasiswi Indonesia di Rusia, dan tari "Condon" dari Bali oleh Saori Watanabe, warga Jepang bermukim di Moskow.

"Selain terkenal sebagai tempat wisata, Bali juga memiliki budaya sangat tinggi. Saya sangat menikmati tarian yang tadi dimainkan. Sangat energik dan unik," ujar Svetlana, seorang mahasiswi Rusia.

Moscow Winter Bazaar telah digelar sejak 1994. Tahun ini, acara tersebut diikuti lebih 100 perwakilan asing di Moskow.

International Womens Club of Moscow (IWC) didirikan tahun 1978 dan keanggotannya terbuka bagi ekspatriat wanita dan pria yang bermukim di Moskow. Kegiatan Winter Bazaar merupakan kegiatan utama tahunan yang menyumbang 2/3 pendapatan amal IWC.

Selain untuk amal, Winter Bazar bertujuan sebagai wadah solidaritas dan silaturahmi ribuan warga asing dan warga Rusia melalui kegiatan ‘shopping from around the world’. (ANTARA/les)