"Kami mengharapkan daerah-daerah tujuan wisata, termasuk Belu di Atambua ini agar memperbanyak homestay, karena jumlah hotel sudah mulai makin banyak," kata Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu di Atambua, NTT, seperti yang dikutip dari Antara pada Minggu (11/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan berbagai kegiatan seni dan hiburan, seperti Festival Crossborder Atambua 2016, akan terus digelar di kawasan yang merupakan pintu masuk di Indonesia Timur ini.
Festival Crossborder Atambua 2016 digelar di Kabupaten Belu, mengingat daerah tersebut berada di dekat pintu perbatasan Mota'ain, yang menghubungkan antara Indonesia dengan Timor Leste, sehingga diharapkan jumlah wisatawan meningkat, terutama dari negara tetangga, seperti Timor Leste, Australia, New Zealand dan sebagainya.
Rangkaian kegiatan Festival Crossborder Atambua 2016 telah digelar oleh Kemenpar setiap satu bulan sekali, terhitung mulai Juni hingga Desember 2016.
“Festival ini akan tetap digelar. Kalau perlu, datangkan artis-artis nasional ke sini. Kami berharap Atambua bisa menjadi destinasi pariwisata yang dikenal di Indonesia dan juga negara-negara di Asia Pasifik," kata Vinsensius.