Stella McCartney Rilis Film Fesyen 'Horor'

Vega Probo, CNN Indonesia | Minggu, 11/12/2016 16:20 WIB
Stella McCartney Rilis Film Fesyen 'Horor' Seniman surealis Phillippa Prince menginterpretasikan koleksi terbaru Stella McCartney dalm film pendek, The Uncanny Valley. (Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kreativitas desainer fesyen Stella McCartney sedang membuncah, sebagaimana terlihat di akun Twitter-nya. Setelah meluncurkan koleksi tas, berikutnya ia merilis film ‘horor.’

Koleksi tas Farabella bernuansa hitam dengan hiasan bordir motif bunga dan pernik metalik. Sementara film pendek yang merupakan debut putri musisi legendaris Paul McCartney ini pun tak kalah ‘gelap.’

“Philippa Price menambahkan sentuhan menakutan yang cantik untuk seri baru kami, #StellaBy,” cuit Stella, pada Sabtu (10/12) seraya menyertakan link filmnya, The Uncanny Valley: https://stell.am/2h5WR1F.


Philippa, sang seniman surealis, sebagaimana ulasan Harper Bazaar, menginterpretasikan ulang koleksi terbaru Stella lewat adegan perjalanan menembus padang Nevada yang diperagakan dua model.

Bukan perjalanan biasa, melainkan perjalanan ala psychedelic (sekaligus menakutkan). Kedua model memeragakan koleksi terbaru Stella sembari ‘bergaya’ di permakaman dan Clown Motel di lokasi tak biasa.

Menurut Harper Bazaar, motel tersebut menempati bekas area uji nuklir era 1940-an. Tak heran bila adegannya mengingatkan pada American Horror Story dengan latar era tujuh dekade silam.

Kedua model yang membintangi film pendek The Uncanny Valley adalah Megan Nison dan Bradley Soileau. Model yang namanya disebut terakhir ini, menurut NY Magazine, tak lain kekasih Philippa.

Dalam sesi tanya jawab yang dimuat di website resmi Stella McCartney, Philippa memuji karya Stella yang unik, tak berbeda dengan karyanya. Ia pun mengaku gemar melebur gender dalam fesyen.

“Saya sendiri sering memakai busana pria. Bradley keren memakai busana Stella!” kata Philippa yang mengaku menggarap video bernuansa surealis lantaran terobsesi sejarah serta masa depan sains dan teknologi.

“Saya memang kutu buku sains. Saya biasa menyatukan sains dan surealis dalam karya saya,” katanya. “Jika memperhatikan lebih saksama, anda akan menemukan banyak simbol tersembunyi dan lapisan makna dalam karya saya.”

[Gambas:Youtube] (vga/vga)