'Fashion Troll,' Kala Busana Jadi Medium Satire

Vega Probo, CNN Indonesia | Kamis, 15/12/2016 08:49 WIB
'Fashion Troll,' Kala Busana Jadi Medium Satire Belakangan ini, sejumlah selebriti terbawa arus troll, memakai fesyen sebagai medium satir untuk meledek kasusnya sendiri, tak terkecuali Taylor Swift. (REUTERS/Danny Moloshok)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sekalipun peraturan berkomunikasi via internet, macam Undang-undang Informasi dan Transaksi Teknologi (UU ITE) di Indonesia,  telah diberlakukan, tak juga menahan ’keisengan’ para troll.

Menurut kamus online, troll berarti pesan provokatif yang disampaikan secara terang-terangan oleh netizen di internet. Tujuannya, selain menyulut argumen, juga emosi banyak orang. Menurut Vogue, kini juga ada para troll di jagat fesyen.

Sama seperti lazimnya para troll di internet, mereka yang disebut ‘fashion troll’ juga gencar melontarkan komentar untuk memprovokasi reaksi netizen. Belakangan ini, sejumlah selebriti pun terbawa arus troll, memakai fesyen sebagai medium satire.


Model terkenal, Sarah Snyder, misalnya, dengan ‘lantang’ memamerkan kaus bergambar dirinya sendiri kala ditangkap pihak berwajib. Ketika itu, pada 2015, ia didakwa telah mencuri tas Birkin Hermes senilai US$16 ribu atau setara Rp215 juta.

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

[Gambas:Instagram]

Bukannya malu, Sarah malah memamerkan fotonya dirinya mendekap Birkin di akun Instagram. Lalu, ia juga memajang foto saat memakai kaus bergambar dirinya di kantor polisi. Kali lain, giliran sang kekasih, Jaden Smith, yang memakai kaus tersebut.

“Meninggalkan pengadilan, tidak mencuri Birkin,” Sarah menulis keterangan foto dirinya menenteng Birkin biru. Sebagai ‘fashion troll,’ begitulah caranya mengubah pandangan keliru orang-orang. Ia meledek kasus yang menimpa dirinya lewat fesyen.

Sarah sadar benar, sebuah foto atau gambar bisa menuturkan seribu kata. Tak perlu berlebihan membela diri, cukup mengunggah foto via media sosial. Dalam dua pekan, foto satirnya bersama Jaden tersebut disuka lebih dari 100 ribu pengguna Instagram.

Taylor Swift juga terbawa arus fashion troll. Suatu kali, ia memakai kaus kuning bertuliskan, “no its becky.” Bagi para penggemar yang mengikuti ‘kasus’-nya, tentu bakal tersenyum geli. Ternyata si cantik punya selera humor, sekalipun satire.

‘Kasus’ ini berawal dari sebuah foto jadul gadis berwajah mirip Taylor yang diunggah seorang netizen via media sosial. Dengan pede, ia menulis keterangan bahwa si gadis adalah teman sekolahnya bernama Becky yang cantik tapi mati muda gara-gara mariyuana.


Lalu, netizen lain pun bersahut-sahutan, meyakini bahwa gadis di foto hitam putih itu adalah Taylor Swift semasa sekolah. Tapi si pengunggah foto berkukuh, “no its becky.” Begitu mengetahui ‘kasus’ ini, Taylor pun menjadikannya sebagai fashion troll.

Masih banyak selebriti lain yang juga tertular fashion troll. Naomi Campbell pernah memakai sweater hitam bertuliskan, “Naomi hit me,” tak lama setelah kasus dirinya yang dituduh memukul asisten rumah tangga menjadi konsumsi publik, pada 2006.

Tapi dengan kreatif, Naomi mengubah kasus yang menimpa dirinya menjadi humor satire. Di bagian belakang sweater hitam tersebut tertera tulisan, “I loved it.” Seolah sang supermodel meledek orang-orang yang mungkin salah persepsi tentang kasusnya.

Lain lagi cara Paris Hilton menyindir paparazi dengan kaus bertuliskan “Stop Being Desperate.” Beda pula gaya Celine Dion yang memakai baju hangat bergambar adegan film Titanic. Siapa pun tahu, dia lah penyanyi lagu tema film itu, My Heart Will Go On.

(vga/vga)