Sepuluh Tren Wisata Sepanjang 2016

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Selasa, 20/12/2016 12:16 WIB
Sepuluh Tren Wisata Sepanjang 2016 Ilustrasi wisata berkelompok. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan mesin pencari, Google, merangkum tren wisata yang populer sepanjang 2016. Dikutip dari data yang dilansir Travel and Leisure pada Selasa (20/12), tren wisata tahun ini ialah merencanakan perjalanan wisata secara mandiri.

Kemunculan banyak aplikasi penyedia transportasi dan akomodasi ternyata juga mendorong wisatawan untuk lebih sering melakukan perjalanan wisata. Data dari Google menunjukkan kalau kebiasaan itu semakin meningkat dari tahun lalu.

Berikut ini ialah beberapa sepuluh tren wisata yang dilakukan oleh wisatawan selama tahun ini:


1. Wisata impian

Semua orang pasti memiliki destinasi wisata impian, seperti menyaksikan Northern Lights di Islandia atau mendatangi Piramida Giza di Mesir. Tahun ini, banyak dari mereka yang melakukan perjalanan wisata demi mewujudkan mimpinya.

Jika belum ada dana untuk ke luar negeri, tidak ada salahnya untuk menjelajah sejumlah daerah di Indonesia, terutama yang belum terjamah oleh orang banyak, seperti Pantai Pink di Bima, Nusa Tenggara Barat.

2. Wisata relaksasi

Banyak yang merasa kalau 2016 ialah tahun penuh tekanan, apalagi jika membaca sejumlah pemberitaan mengenai perang di Timur Tengah sampai pemilihan Presiden Amerika Serikat.

Oleh karena itu, banyak dari mereka yang melakukan perjalanan wisata untuk relaksasi jasmani dan rohani. Aktifitas yang dilakukan mulai dari yoga sampai spa.

India masih menjadi tujuan utama wisatawan seluruh dunia untuk melakukan wisata relaksasi.

Suasana Ashoka Spa, Bali Dynasty Resort, Kuta, Bali. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Tapi di Indonesia, wisatawan bisa mengunjungi Bali untuk melakukan wisata sejenis itu.

Sejumlah hotel di sana juga menyediakan fasilitas spa untuk tamunya, mulai dari Karma Spa di Karma Kandara, Away Spa di W Hotel, Waroeng Djamoe Spa di Tugu Bali Hotel, The Spa di The Mulia Resort sampai Remede Spa di St. Regis Resort.

3. Wisata seorang diri

Semakin banyak wisatawan yang melakukan perjalanan wisata seorang diri. Sebagian besar terinspirasi dari pengalaman blogger atau vlogger.

Tidak ada salahnya sesekali melakukan perjalanan wisata seorang diri. Bahkan ada sebuah penelitian yang menyebutkan kalau orang yang memilih melakukan hal itu termasuk golongan yang cerdas.

Perlu diketahui, menjaga kesehatan dan keselamatan merupakan hal utama yang harus dilakukan. Perbanyak info mengenai kedua hal tersebut sebelum berkunjung ke suatu negara atau daerah.

Di Indonesia, wisatawan bisa melakukan perjalanan seorang diri ke Bandung atau Yogyakarta. Keramahan penduduk lokal dan murahnya harga di sana akan membuat hidup jauh lebih mudah.

4. Aplikasi transportasi online

Kemunculan banyak aplikasi seperti ini sangat memudahkan wisatawan saat berkunjung ke tempat baru, karena dapat memantau tarif dan rute melalui layar telepon genggam.

Sayangnya, di sejumlah daerah wisata di Indonesia, banyak pelarangan transportasi jenis ini, karena dianggap bisnis yang ilegal.

Jika tetap ingin berkendara dengan aman dan nyaman, wisatawan bisa meminta pihak penginapan memesankan ojek, taksi atau mobil sewaan.

Saat terjadi tawar menawar harga, buka aplikasi peta dan perkirakan tarif untuk jarak yang ditempuh.

Hindari naik kendaraan umum yang tidak resmi, apalagi saat malam hari.

5. Wisata berkelompok

Wisatawan yang melakukan perjalanan seorang diri bisa mengurangi banyak biaya dengan ikut perjalanan wisata berkelompok.

Jangan hanya berdiam diri saat memulainya, karena bakal ada banyak pengalaman seru bersama kenalan baru.

Sejumlah agen wisata berkelompok mulai banyak bermunculan di Indonesia, seperti Kartupos atau Hypetrip.

6. Perjalanan darat

Saat berkunjung ke suatu daerah, cari tahu kawasan terdekat yang bisa dikunjungi melalui perjalanan darat. Pemandangan di sepanjang jalan tentu akan memberi wawasan baru mengenai daerah yang dituju.

Jangan paksa diri untuk mengendarai kendaraan sendiri. Jika sudah terlalu lelah, merapatlah ke tempat peristirahatan terdekat. Hindari berkendara saat malam atau hujan lebat, apalagi jika tidak ditemui banyak penerangan atau marka jalan.

Pantai Pulau Merah di Banyuwangi. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Perjalanan darat seru yang dapat ditempuh di Indonesia ialah rute dari Surabaya, Banyuwangi sampai Bali.

7. Taman nasional di Amerika Serikat

Ada sebanyak 59 area yang dilindungi dan dijadikan taman nasional di AS. Beberapa yang populer ialah Yellowstone, Yosemite, Capitol Reef, Grand Canyon dan Glacier Bay.

Tak hanya di AS, saat ini keberadaan taman nasional di sejumlah negara sedang terancam, karena pemanasan global dan juga ulah manusia. Jadi, tak ada salahnya untuk menyempatkan diri mengunjungi salah satu taman nasional saat sedang berwisata sebelum keindahan alam tersebut punah.

Wakatobi. (Flickr/Jenny via Wikimedia (CC BY 2.0))

Jumlah taman nasional di Indonesia hampir menyamai jumlah di AS, yaitu 50 taman. Enam di antaranya bahkan merupakan situs warisan dunia yang ditetapkan oleh UNESCO.

Taman nasional yang populer di sini ialah Gunung Leuser, Wakatobi, Lorentz, Betung Kerihun, Ujung Kulon, Komodo dan Gunung Rinjani.

8. Pemesanan melalui online

Tak hanya baju atau sepatu, transportasi dan akomodai pun bisa langsung dipesan melalui sentuhan jari di dunia maya.

Ada banyak situs layanan wisata online yang bisa dijelajahi, namun pastikan untuk mencarinya di layanan yang resmi dan terpecaya, jangan sampai tertipu.

Ketahui juga masing-masing layanan ada kelemahan dan kekurangannya, misalnya di situs A harga tiket penerbangan lebih murah namun tarif kamar hotelnya lebih mahal.

Kalau sudah memiliki dana, tidak ada salahnya untuk memesan maksimal dua minggu sebelum keberangkatan, karena harga akan jauh lebih murah.

Banyak wisatawan yang juga berkata kalau tiket penerbangan pada Kamis dan Senin berharga lebih miring.

9. Wisata akhir pekan

Masa cuti sudah habis bukan berarti tidak bisa berwisata. Manfaatkan akhir pekan sebaik-baiknya untuk berlibur ke daerah yang dekat.

Kegiatan wisata akhir pekan menjadi tren yang sangat populer pada tahun ini.

Suasana wisata di Pulau Seribu. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Wisatawan biasanya mulai melakukan perjalanan pada Jumat sore seusai jam kantor dan pulang pada Minggu sore, agar masih bisa beristirahat untuk kembali beraktifitas pada Senin pagi.

Warga Jakarta biasanya melakukan wisata akhir pekan ke Bogor, Puncak, Bandung, Pulau Seribu atau Anyer. Jika tidak ingin terjebak dalam kemacetan di jalan tol, luangkan waktu untuk beberapa jam lebih cepat.

10. Airbnb

Sepetak kamar hotel kadang diganjar dengan tarif yang tidak masuk akal. Apalagi saat dipesan pada musim liburan.

Kemunculan layanan Airbnb seakan memberi solusi untuk wisatawan, terutama yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri.

Beberapa pemilik rumah kadang berbaik hati memberi tips kegiatan wisata yang bisa dilakukan di negaranya.

Karena konsepnya menjadikan rumah orang sebagai tempat menginap, sopan santun tetap diutamakan, apalagi yang terkait dengan kepatuhan terhadap peraturan, seperti tidak membawa orang menginap lebih dari jumlah yang ditetapkan atau tidak merokok di dalam ruangan. (ard)