Dandani Melania Trump, Dolce & Gabbana Dihujat Netizen

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 05/01/2017 13:58 WIB
Dandani Melania Trump, Dolce & Gabbana Dihujat Netizen Busana Dolce & Gabbana yang dipilih Melania Trump memicu perdebatan panas di Instagram. (REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tahun baru belum seminggu berlalu, rumah mode Dolce & Gabbana sudah jadi perbincangan panas di jagat fesyen. Alasannya: Melania Trump.

Awal mulanya, karena Stefano Gabbana mengunggah foto Melania Trump yang tengah mengenakan salah satu koleksi Dolce & Gabbana, untuk menghadiri perayaan malam tahun baru di Palm Beach, Floria, Amerika Serikat.

Melania, yang hadir bersama suaminya, Presiden AS terpilih, Donald Trump, mengenakan gaun hitam dengan aksen pita di kedua bahunya. Gaun tersebut sederhana, namun terlihat elegan berpadu dengan sandal perak bertali. Gaun tersebut merupakan koleksi cruise Dolca & Gabbana 2016.


Wajar, jika kemudian, Gabbana menggunggah foto gaun seharga 1950 poundsterling atau Rp32,2 juta tersebut ke akun Instagram-nya, dan menyebut Melania ‘tampak cantik’ dan menulis tagar #DGwoman di caption foto.

Sayang, bukannya mendapat persetujuan dari netizen soal ‘kecantikan’ Melania, Gabbana justru diserang oleh netizen. Foto Gabbana tersebut mengundang lebih dari 1000 komentar pedas yang menyebut Gabbana tidak sensitif.

“Jika itu Nyonya Reagan, Bush atau Obama, bukan masalah siapa yang mendandani mereka, tapi ini (Melania Trump) sangat ofensif,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Gabbana pun tidak tinggal diam melihat unggahannya dihujani kritik. Dia menyebut para komentator negatif itu bebal dan tidak menghargai mode.

“Itu hanya satu gaun, tidak ada hubungannya dengan politik. Banyak orang bebal di Instagram,” tulisnya.

Selain Gabbana, Melania pun jadi sasaran hujatan. Mereka menulis seharusnya, sebagai ibu negara, Melania lebih menghargai busana dan desainer dalam negeri ketimbang mengenakan baju-baju dari label Eropa.

Melania, di sisi lain, sudah sering mengenakan koleksi dari desainer internasional. Namun, mereka kebanyakan memilih bungkam atau menyebut Melania membelinya langsung dari butik tanpa mereka ketahui.

[Gambas:Instagram]

Beberapa label tersohor yang pernah dikenakan Melania di berbagai acara, sejak dia ditahbiskan sebagai ibu negara AS adalah Roksanda, Roland Mouret dan Ralph Lauren.

Bagi para desainer tersebut, menyebut Melania Trump menggunakan koleksi mereka secara khusus, bisa dianggap sebagai ‘bunuh diri sosial’. Mereka menganggap risiko mengasosiasikan label dengan Melania, terlalu tinggi.

Seorang pengamat mode yang juga kerap mengamati pergerakan politik Amerika Serikat menyebut, brand mode 'takut' kehilangan konsumen bila berasosiasi dengan Trump karena basis pembeli mereka kebanyakan berasal dari Partai Demokrat atau mereka memang mendukung Demokrat sejak awal.

Meskipun demikian, tidak semua desainer AS lantas bungkam soal pilihan mereka mendandani Melania. Marc Jacobs dan Tom Ford telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendandani Melania. Begitu juga dengan Sophie Theallet, Derek Lam, dan Phillip Lim, yang dekat dengan Michele Obama.

“Saya lebih baik mencurahkan energi untuk menolong mereka yang tersakiti oleh Donald Trump dan pendukungnya,” cetus Marc Jacobs, dikutip Telegraph.

Di sisi lain, tidak sedikit pula desainer yang mendukung Melania seperti Carolina Herrera, Jean Paul Gaultier, Diane von Furstenberg, Tommy Hilfiger, dan tentu saja Dolce & Gabbana.

(les)