Upacara 'Menyambut Dewasa' di Jepang

REUTERS/Kim Kyung-Hoon, CNN Indonesia | Rabu, 11/01/2017 15:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Upacara Menyambut Kedewasaan dilaksanakan setiap Senin ke-dua pada bulan Januari di Jepang. Ribuan anak muda berusia 20 tahun jadi pesertanya.

Mengenakan kimono dengan motif yang centil, ribuan perempuan muda di Jepang menandai kedewasaan mereka pada Senin (9/1) dalam Upacara Menyambut Kedewasaan yang digelar secara tradisional di seluruh penjuru kota.
Tak hanya perempuan, pria muda pun ikut dalam upacara ini. Hanya saja mereka mengenakan setelan jas, dengan harapan dapat menjadi karyawan kantoran di masa depan.
Namun, tak sedikit dari mereka yang merencanakan untuk menghabiskan malam harinya dengan kegiatan yang lebih modern, yaitu mengunjungi taman bermain atau minum-minum di bar.
Upacara Menyambut Kedewasaan dimulai oleh keluarga samurai untuk para anaknya yang sudah menginjak usia 20 tahun. Upacara tersebut juga dilakukan agar para anak dapat melaksanakan tanggung jawabnya setelah menjadi orang dewasa, selain merokok atau minum-minum.
Selama upacara, tentu saja banyak yang lebih memilih memainkan telepon genggam atau mengobrol dengan kawan sebelahnya. Tak sedikit yang menahan kantuk.
Dirayakan pada Senin ke-dua dalam bulan pertama setiap tahunnya, Upacara Menyambut Kedewasaan diselenggarakan bagi mereka yang telah berusia 20 tahun sebelum 31 Maret. Sejak 1876, seseorang akan dianggap dewasa setelah berusia 20 tahun.
Hingga 1 Januari ini, ada 1,21 juta orang dewasa baru di Jepang. Jumlah ini menurun sebanyak 50 ribu dari tahun lalu, dan menurun setengahnya dari 1970, yaitu sebanyak 2,46 juta orang.
Jumlah ini menandakan kalau populasi penduduk Jepang semakin berkurang. Angka kelahiran di Jepang juga tak banyak membantu.