Dunia Cermin Rumah Mode Chanel

REUTERS/Gonzalo Fuentes, CNN Indonesia | Kamis, 26/01/2017 16:15 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Rumah mode Chanel menghadirkan koleksi haute couture yang melambangkan dualisme wanita, yakni sisi lembut dan tangguh, dalam dunia penuh cermin.

Salah satu pertunjukkan paling dinanti di Paris Haute Couture Week adalah Rumah Mode Chanel, dan seperti biasa, Karl Lagerfeld, sang direktur kreatif tidak mengecewakan.
Di Paris, Lagerfeld menghadirkan tata panggung yang tidak biasa. Bukan lagi kafe, airport atau kasino, melainkan rumah cermin.  
Di dalam panggung yang dipenuhi cermin itu, Lagerfeld punya dua tujuan. Pertama, menyajikan koleksinya dari berbagai angle dan memberikan keleluasaan sudut pandang bagi tamu undangan dan kedua, sebagai simbolisme dualisme.
Dualisme yang dimaksud, tentu saja adalah dualisme perempuan. Lembut di satu sisi dan kuat di sisi yang lain. Hal itu terlihat dari penggunaan warna pastel dengan garis rancangan maskulin dan aksesori berukuran besar.
Sisi tangguh diperlihatkan lewat ragam setelan alias power suit, berupa padanan blazer dengan rok ketat atau jaket panjang dengan gaun. Tambahannya berupa sabuk berukuran besar dan detail metalik. 
Sementara, nafas lembut hadir melalui detail ruffles, renda, bulu dan warna-warna pastel. Sesekali sisi seksi ditunjukkan lewat garis leher rendah dan material transparan.
Soal warna, Lagerfeld juga masih menghadirkan ragam tone monokromatik, seperti hitam dan putih, yang sesekali dipadu detail metalik.
Bila disimpulkan, Chanel memang tidak lantang menyuarakan opini politiknya, namun koleksinya yang didominasi setelan, jelas mengingatkan akan gaya para wanita pemimpin, seperti Hillary Clinton, Jackie O dan Kate Middleton.
Di akhir pertunjukkan, Karl Lagerfeld menutup pergelaran busana bersama model Lily-Rose Depp, yang merupakan putri Johnny Depp dan Vanesa Paradis. Selain Lily-Rose, model kenamaan lainnya yang juga terlihat adalah Kendall Jenner dan Bella Hadid.