Kemenhub Dukung Pariwisata Lewat Program Air Connectivity

adv, CNN Indonesia | Minggu, 02/04/2017 16:50 WIB
Kemenhub Dukung Pariwisata Lewat Program Air Connectivity
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut memberikan dukungan kepada pariwisata Indonesia. Kemudahan akses, kenyamanan, dan kemanan menjadi prioritas yang dilakukan Kemenhub untuk mendukung program Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dukungan ini sekaligus mewujudkan tagline “Indonesia Incorporated: for Better Tourism Connectivity" di Rakornas I Pariwisata 2017.

“Arah kerja kami sekarang ‘melayani’ pariwisata. Ini sudah menjadi backbone perekonomian Indonesia. Harus di-support penuh. Gaya-gaya Pak Menpar sedikit banyak mulai kita tiru. Kalau di pariwisata ada ‘Indonesia Incorporated’, di Kemenhub pakai ‘Manajemen Pengelolaan Incorporated’. Kami juga melakukan percepatan kerangka peraturan konektivitas pendukung pariwisata melalui pilot project serta melibatkan BUMN dan BUMD, swasta dalam investasi” ungkap Wihana Kirana Jaya, Staf Khusus Bidang Ekonomi dan Investasi Transporasi Kementerian Perhubunga di Rakor I Pariwisata 2017 di Hotel Borobudur, Kamis (29/3/2017).

Tujuan kebijakan tersebut adalah mewujudkan pariwisata Indonesia dengan standar kelas dunia yang juga dapat memaksimalkan nilai-nilai ekonomi. “Kalau mau menarik wisman ya standarnya harus kelas dunia. Terminalnya, toilet, landasan pacu, bandara, karantina, imigrasi, jam layanan, kemudahan akses, semua harus kelas dunia,” ucapnya.


Untuk kenyamanan wisatawan mancanegara, Kemenhub membuka penerbangan internasional di 27 bandara. Di antaranya  di Bandara Sultan Iskandar muda Banda Aceh, Bandara Kualanamu, Bandara Sultan Syarif Kasim II, Bandara Hang Nadim, Bandara RH Fisabilillah, Bandara SM Badarudin II, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Soekarno-Hatta, Bandara  Halim Perdanakusumah, Bandara Adi Sumarmo, Bandara Ahmad Yani, Bandara Adi Sutjipto,  Bandara Juanda, Bandara Supadio, Bandara Sepinggan, Bandara Juwata, Bandara Sam Ratulangi, Bandara Sultan Hasanudin, Bandara Pattimura, Bandara Frans Kaisiepo, Bandara Sentani, dan Bandara Mopah.

Bandara internasional untuk ASEAN Open Sky dibuka di Bandara Kualanamu, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Hasannudin Makassar. “Prinsipnya memaksimumkan nilai ekonomi melalui  economic of scale, economic of scope dan cost complementary. Semangatnya Indonesia Incorporated dan komitmennya multi stakeholders dalam melakukan implementasi pembiayaan,” tukasnya.

Maskapai-maskapai penerbangan nasional ikut dirangkul untuk rute penerbangan internasional. Telah ada 25 rute penerbangan internasional yang menghubungkan 26 kota dari 12 negara, belum termasuk 43 perusahaan penerbangan asing yang melakukan 97 rute penerbangan internasional yang menghubungkan 46 kota dari 22 negara.

Kemenhub juga  mewujudkan komitmen ini dengan membangun beberapa Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Di antaranya Danau Toba dengan  membangun jalur kereta api Rantau Prapat–Pinang sepanjang 12 km dan 8 jembatan. Lalu KSPN Kepulauan Seribu Jakarta dengan memberikan pelayanan angkutan laut perintis dan jalur Sunda Kelapa-Kepulauan Seribu.

Kemenhub juga membangun KSPN Tanjung Kelayang Belitung melalui pembangunan terminal, pemenuhan standar runway strip, dan peralatan keamanan penerbangan di Bandara Hanandjoeddin.Di KSPN Wakatobi Sulawesi Tenggara, Kemenhub melakukan peningkatan dan pengembangan kapasitas bandara. Di antaranya Bandara Matahora di Wangi-wangi, kapasitas Bandara Halu Oleo yang sebelumnya bernama Bandar Udara Wolter Monginsidi di Kendari, hingga pengembangan kapasitas Bandara Beto Ambari di Kota Baubau.

Untuk KSPN Borobudur Joglosemar, ada program pengadaan dan pemasangan perlengkapan jalan, ruas Jalan Kaperekan-Borobudur, DED reaktivasi jalur KA Yogyakarta–Magelang, dan pengerukan alur masuk Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Di KSPN Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, dilakukan program Penyusunan Studi Kelayakan Bandar Udara Purbaya (Malang Selatan). KSPN Labuan Bajo Komodo, Nusa Tenggara Timur direncanakan akan dilakukan peningkatan dan pengembangan kapasitas Bandara Komodo.

KSPN Morotai lewat pengembangan kapasitas Bandara Kuabang Kao di Desa Jati, Kecamatan Kao, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Kemudian di KSPN Tanjung Lesung, Banten, dilakukan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) dan pembangunan jalur kereta api Rangkas Bitung–Saketi–Labuan.