Perancis, Jerman, Mandarin Jadi Tiga Bahasa Masa Depan

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 10/04/2017 13:11 WIB
Perancis, Jerman, Mandarin Jadi Tiga Bahasa Masa Depan Sebuah studi di Inggris menemukan bahwa tiga bahasa tersebut patut dipelajari anak saat ini jika ingin sukses di masa mendatang. (Foto: White77/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seiring dengan perkembangan dan perubahan dunia yang pesat, anak yang menguasai bahasa Perancis, Jerman, dan Mandarin akan sukses di masa mendatang.

Ungkapan itu beranjak dari temuan studi baru yang diusung The centre for Economics and Business Research and Opinion yang digelar bersama bandara Heathrow, seperti dilansir dari Travel and Leisure, akhir pekan lalu.

Studi tersebut menganalisa peran bahasa dalam kehidupan anak, dan mengurutkan bahasa terbaik yang dapat memberi kesempatan lebih banyak pada mereka ketika beranjak dewasa di kemudian hari.


Penelitian didasarkan pada survei yang melibatkan sekitar 2.000 orangtua yang memiliki anak usia di bawah 18 tahun. Survei juga melibatkan lebih dari 500 pengusaha di seluruh Inggris.

Para ahli menemukan bahwa tiga bahasa yang menempati urutan teratas dan dianggap patut dipelajari adalah Perancis, Jerman dan Mandarin, jika ingin sukses di masa 10 tahun mendatang. Kemampuan bahasa asing ini dinilai turut menentukan peningkatan ekonomi Inggris pada 2027.

"Kami percaya bahwa belajar bahasa memberi banyak manfaat pada perkembangan anak dan ini merupakan investasi yang baik untuk masa depan," ungkap Antonella Sorace, profesor pengembangan bahasa dan direktur bilingual di Edinburgh University dalam pernyataan resminya.

"Anak-anak yang belajar bahasa asing, yang berbeda dari bahasa ibunya akan lebih terbuka akan perbedaan budaya, orang lain yang berbeda dengannya, serta sudut pandang berbeda," tambah dia.

"Anak-anak yang belajar bahasa asing juga akan menjadi lebih baik dalam multitasking dan kerap menjadi pembaca yang baik dibanding lainnya," ujar dia.

Di samping itu, 85 persen orangtua mengungkapkan pentingnya anak mampu berbahasa asing di luar bahasa ibunya. Meski 45 persen orangtua mengakui anak mereka tak bisa berbahasa asing.

Melihat angka temuan dari studi ini, Heathrow membuat inisiasi bertajuk Little Linguists untuk menginspirasi anak-anak dalam belajar bahasa asing. Caranya dengan menggunakan sejumlah kertas kecil yang didalamnya terdapat frasa dalam bahasa Perancis, Jerman, dan Mandarin.

Kartu-kartu itu dapat diunduh online dan atau diambil di bagian pusat informasi di sejumlah titik di terminal. Bandara ini juga berencana menunjuk duta bahasa mereka untuk membantu anak-anak mempraktikkan kemampuan bahasa asing mereka.