Edward Enninful, Pemred Pria Pertama Majalah Vogue Inggris

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 11/04/2017 13:04 WIB
Edward Enninful, Pemred Pria Pertama Majalah Vogue Inggris Pria yang sebelumnya direktur fesyen dan kreatif majalah W itu bakal jadi pria pertama sebagai pemimpin redaksi dalam sejarah 100 tahun Vogue Inggris. (Foto: Neilson Barnard/Getty Images for Dolce & Gabbana/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Edward Enninful baru saja ditunjuk sebagai pemimpin redaksi majalah mode terkemuka Vogue Inggris.

Enninful yang sebelumnya direktur fesyen dan kreatif 'W' majalah mode AS itu bakal jadi pria pertama yang menyandang status prestisius ini dalam sejarah 100 tahun Vogue.

"Saya bahagia bisa mengumumkan penunjukan Edward Enninful, OBE, sebagai pemimpin redaksi Vogue Inggris mulai 1 Agustus 2017," kata kepala eksekutif Conde Nast International, Jonathan Newhouse dalam pernyataannya seperti dikutip dari The Independent (10/4).


Jonathan menyebut Enninful sebagai editor fesyen paling berbakat dan ulung di dunia saat ini. Ia juga menyebut pria berkulit hitam itu sebagai figur yang berpengaruh dalam komunitas fesyen, Hollywood dan musik yang membentuk budaya zeitgeist atau semangat.

"Dengan gambaran bakat dan pengalamannya, Edward sangat dipersiapkan untuk memikul tanggung jawab besar di Vogue Inggris," tambah Jonathan.

Pria kelahiran Ghana dan besar di Inggris ini akan mulai menjalankan perannya pada Agustus mendatang menggantikan Alexandra Shulman. Alexandra mengundurkan diri pada Januari lalu setelah 25 tahun menyandang titel pemimpin redaksi.

Berpengalaman di dunia fesyen, dia pernah jadi editor termuda di dunia fesyen internasional. Di usia 18 tahun, Enninful ditunjuk sebagai editor majalah i-D pada 1991.

Enninful juga menyandang gelar OBE (Officer of the British Empire) dari Ratu Elizabeth tahun lalu. Oleh British Fashion Council, ia dinobatkan sebagai fashion creator pada 2014.

Melanjutkan pengaruh Vogue

Setelah 25 tahun berkarier di Vogue, Alexandra Shulman berkata dirinya merasa beruntung melihat Vogue dan industri fesyen Ingris berkembang. Ia mengaku sulit untuk mendapat alasan rasional meninggalkan Vogue yang selama ini membesarkan namanya.

"Saya menyadari bahwa saya ingin merasakan kehidupan yang berbeda dan menantikan masa depan tanpa Vogue," kata Alexandra.

"Terima kasih pada Nicholas Coleridge dan Jonathan Newhouse yang memberikan saya begitu banyak kesempatan, mempercayakan Vogue yang berharga ini pada saya dan membebaskan saya untuk melakukan pekerjaan yang sangat saya inginkan," pungkasnya.

[Gambas:Instagram]