Pesona Jawa Tengah

Telaga Cebong Siap Bersaing dengan Bukit Sikunir

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Sabtu, 22/04/2017 15:21 WIB
Telaga Cebong Siap Bersaing dengan Bukit Sikunir Bukit Sikunir dan Telaga Cebong yang jadi objek wisata di Wonosobo. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)
Dieng, Wonosobo, CNN Indonesia -- Bukit Sikunir yang terletak di Desa Sembungan telah lama jadi objek wisata primadona di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Tapi keindahan panorama Telaga Cebong yang terletak di sebelah baratnya juga tak boleh dilewatkan.

Demi promosi wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sembungan berencana untuk ’mendandani' Telaga Cebong agar tak kalah cantik dengan Bukit Sikunir.

"Nanti di lokasi Telaga Cebong akan dibuat pondok-pondok untuk bersantai juga restoran apung," kata Ketua Pokdarwis, Ngaizudin, saat ditemui oleh CNNIndonesia.com di Desa Sembungan, pada Senin (17/4).


Ngaizudin tidak memberikan kepastian waktu pengembangan, tapi ia menargetkan hal tersebut mulai dilaksanakan pada tahun ini.

Bulan ini jumlah pengunjung Bukit Sikunir terbilang sedikit, kurang dari 10 ribu orang per hari.

Tahun lalu, puncak kunjungan terjadi pada Agustus, saat perhelatan kegiatan budaya tahunan Dieng Culture Festival (DCF).

Ketika itu jumlah pengunjungnya tak kurang dari 100 ribu orang.

"Kami sudah siapkan lahan parkir tapi tetap tidak cukup, sampai-sampai parkir di desa tetangga, Desa Sikunang," ujar Ngaizudin.

Telaga Cebong Siap Bersaing dengan Bukit SikunirPengunjung bisa sekaligus melakukan kegiatan berkemah di Telaga Cebong. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Kebersihan Masih Jadi PR

Walau dikunjungi banyak wisatawan, kebersihan Bukit Sikunir tetap terjaga. Hal tersebut terlihat dari keberadaan tempat sampah di beberapa titik.

Petugas kebersihan sekaligus penjaga toilet di puncak Bukit Sikunir, mengatakan kalau pengadaan tempat sampah merupakan kerja sama dengan sebuah perusahaan swasta.

Namun, kondisi berbeda terlihat di Telaga Cebong. Di sana masih ditemukan sampah yang berserakan dari warga yang tinggal di sekitar juga aktivitas pengunjung yang berkemah.

Ngaziudin mengatakan, dalam satu bulan sampah bisa menumpuk sampai satu ton. Ia mengaku sempat kewalahan mengurus sampah, karena lubang sampah yang sudah disediakan sering penuh dalam waktu kurang dari seminggu.

Pokdarwis sudah menjalin kerja sama dengan Bank Indonesia untuk pengelolaan sampah. Ia berkata, kerja sama ini berbentuk pendampingan.

"Pengelolaan sampah nantinya seperti pemisahan sampah, lalu daur ulang. Tahun ini akan dilaksanakan," pungkasnya.

Dieng Jadi Prioritas Pengembangan 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) turut memberikan dukungan penuh terhadap program prioritas Menteri Pariwisata Arief Yahya. Dukungan tersebut disalurkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pariwisata.

Sebanyak enam ruas jalan tol telah diusulkan untuk menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan mendukung akses ke destinasi pariwisata, terutama ke 10 Destinasi Utama atau 10 Bali Baru.

Dari enam ruas, dua di antaranya ialah ruas Yogyakarta-Solo (40 km) dan Yogyakarta-Bawen (72 km), yang akan mendukung tujuan wisata di Yogyakarta, Prambanan, Borobudur, dan Dieng.

Saat ditemui pada awal April ini, Arief menyatakan sangat mendukung rencana tersebut. Menurutnya, jalan tol adalah salah satu kunci utama untuk akses pariwisata.

"Ketika akses, amenitas, dan atraksinya sudah siap, usaha promosi wisata yang selama ini gencar dilakukan tidak akan sia-sia,” kata Arief.