Pangeran William Kampanye Kesehatan Jiwa lewat Program Radio

Syanne Susita, CNN Indonesia | Minggu, 23/04/2017 12:00 WIB
Pangeran William Kampanye Kesehatan Jiwa lewat Program Radio Pangeran William menekankan pentingnya orang untuk mengenali kesehatan mental. (AFP PHOTO/POOL/DARREN STAPLES)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pangeran William dan istri, Kate Middleton, seperti dilansir Huffington Post, menunjukkan kemampuannya sebagai penyiar radio. Jumat kemarin, keduanya mampir ke BBC Radio 1 untuk membicarakan program kesehatan jiwa yang ada dalam proyek amal mereka, Heads Together.

Keduanya membahas mengenai pentingnya kesehatan jiwa dan apa saja yang bisa dilakukan agar mental sehat. Obrolan ini juga diselingi dengan candaan di antara keduanya.

Pangeran William menekankan pentingnya orang untuk mengenali kesehatan mental agar tidak terjerumus dalam topik yang distigmasisasi, mengingat kondisi seperti depresi atau gangguan ansietas (kecemasan) banyak dialami orang di seluruh dunia.

“Topik ini membuka mata kami tentang isu kesehatan jiwa ini bergejolak di bawah kesadaran publik. Saya menyamakan isu ini seperti didihan sup di dalam panci yang tertutup,” terang ayah dua orang anak ini.


Pangeran William menambahkan jika kesadaran ini dibuat agar orang berani melakukan pembicaraan mengenai kesehatan jiwa dan menyadari jika emosi-emosi ini bukalah hal yang buruk.

“Kita semua punya emosi dan butuh untuk dikeluarkan.”

Kate menyetujui pendapat suaminya dengan menambahkan jika terkadang hanya membicarakan saja bisa membuat perbedaan.

“Saya sempat bertemu dengan seorang ibu muda yang mengatakan jika membicarakan masalah saja sudah seperti obat baginya. Momen seperti ini membuktikan jika berani membicarakan hal ini pada orang lain adalah satu hal yang sangat kuat.”

Wawancara suami istri kerajaan ini memang bagian dari upaya menaikkan kesadaran publik tentang kesehatan jiwa. Awal minggu yang lalu, Pangeran William mendiskusikan hal ini dengan Lady Gaga, yang bertindak sebagai penasehat kampanye ini.

Keduanya membicarakan rasa malu dan stigma yang membuat orang dengan gangguan jiwa seperti PTSD untuk memberitahu orang lain jika mereka sedang berjuang.

“Sudah waktunya orang berani bicara dan merasa normal mengenai kesehatan mental. Gangguan kejiwaan ini sama dengan penyakit fisik.”
[Gambas:Instagram]