Romper Bayi Jadi Tren Berbusana Pria Dewasa

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Selasa, 16/05/2017 14:10 WIB
Romper Bayi Jadi Tren Berbusana Pria Dewasa Foto: Screenshoot via Instagram @ originalromphim
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernahkah Anda membayangkan sebuah Romper atau baju bayi akan jadi tren busana untuk para pria masa kini? Bahkan para wanita yang lebih bebas dalam menerapkan tren mode sekalipun enggan memakainya karena terlihat konyol.

Sebuah akun instagram bernama The RompHim nampaknya bertekad ingin mengubah persepsi masyarakat akan hal ini. Melihat peluang pasar yang masih kosong akan bisnis romper untuk pria dewasa, maka mereka memutuskan untuk fokus menjalani usaha startup berbasis retail.

[Gambas:Instagram]


Romper yang mereka tawarkan memang tidak sepenuhnya serupa dengan romper bayi yang menutup hingga ujung kaki. Modelnya terlihat lebih modern dengan bagian celana dan lengan baju yang juga memendek.

Setelah ditelusuri dari berbagai akun media sosial, ternyata romper ini memang sedang digemari para pria yang berani tampil beda. Butuh nyali ekstra tentunya untuk memakai model pakaian seperti ini, karena jika dilihat sekilas, modelnya bahkan terlihat seperti terusan playsuit yang biasa dikenakan wanita.

[Gambas:Instagram]

Peminatnya tak hanya datang dari pengikut mode saja, namun juga dari berbagai disiplin karir yang berbeda, seperti konsultan manajemen, banker, investor, ahli teknologi hingga para pemain saham. Beberapa dari mereka menilai tren ini menyegarkan, karena jarang diangkat di panggung runway desainer dunia maupun para pengusaha retail ternama.

Selain trendy, model romper untuk pria dewasa ini didesain dalam berbagai warna hingga motif yang variatif. Ada yang berwarna pastel, motif cipratan cat warna-warni, hingga motif abstrak. Tren ini dianggap oleh para peminatnya sebagai salah satu opsi untuk tampil terkini namun tetap nyaman luar biasa karena materinya yang ringan dan sejuk. Cocok untuk dipakai ke acara konser musik yang berjiwa muda seperti Coachella.

Sejarah Romper
Romper sendiri pertama kali dipopulerkan di Amerika di awal tahun 1900-an namun tidak tercatat sejarah siapa yang pertama kali mendesainnya. Baju model ini dibuat agar anak bayi maupun anak balita dapat bermain dengan baju yang sesuai namun tidak membatasi gerak.

Faktor desain yang menggemaskan juga menjadi prioritas agar bayi terlihat semakin lucu di segala kesempatan. Di Prancis, romper hanya diperuntukkan untuk bayi lelaki. Baru di pertengahan tahun 1950-an, para wanita dewasa mulai menjadikannya sebagai tren busana kasual.

Salah satu kelemahan dari model baju romper adalah saat orang dewasa akan buang air kecil. Hal ini mengharuskan baju harus dibuka seluruhnya dari kancing paling atas hingga kancing paling bawah.

Bagi para wanita, hal ini meskipun repot tetap mendapatkan privasi karena toilet terutup saat digunakan. Namun bagi pria, tentu harus membuka seluruh baju saat berdiri di alat pembuangan urin yang menempel di dinding toilet.