Eksklusif Dubes RI untuk Ceko

Pilihan Jurusan IT dan Sains Buat Indonesia Lebih Maju

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 16/05/2017 17:11 WIB
Pilihan Jurusan IT dan Sains Buat Indonesia Lebih Maju ilustrasi: Dibanding memilih jurusan ekonomi, politik, sebaiknya pilihlah jurusan IT dan sains. (Pixabay/LouAnna)
Praha, CNN Indonesia -- Ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri SBMPTN dilaksanakan hari ini. Perguruan tinggi dengan berbagai jurusannya menjadi incaran para calon mahasiswa. 
Selain ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri, ada banyak beasiswa di berbagai kampus di dalam dan luar negeri. 

“Di Ceko ini banyak universitas yang memberikan beasiswa untuk orang Indonesia,” katanya kepada CNNIndonesia.com di KBRI Praha beberapa waktu lalu. 

“Orang-orang Ceko sangat welcome dengan pelajar Indonesia. Selain beasiswa juga ada pertukaran pelajar SMA dan mahasiswa.”


Biasanya jurusan paling populer di kalangan calon mahasiswa adalah managemen, ekonomi, sampai akuntansi. Namun, Duta Besar RI untuk Ceko, Dr. Aulia A. Rachman mengungkapkan bahwa sebaiknya calon mahasiswa mengubah pola pikir terkait pemilihan jurusan. 

“Sistem pendidikan Indonesia dan pola pikirnya harus diubah, jangan melulu kebanyakan mahasiswa yang belajar ekonomi atau akuntansi,” ucapnya. 

“Kalau Indonesia mau menang bertarung dalam 15 tahun mendatang, sebaiknya kurangi ambil jurusan tersebut.”

Aulia sendiri beranggapan bahwa sebaiknya calon mahasiswa memilih untuk mengambil jurusan tentang sains ataupun teknologi. 

“Untuk kemajuan Indonesia, sebaiknya belajarlah soal teknologi nuklir, teknik, industri, IT.”

Diungkapkan dia, pengambilan jurusan ini akan bermanfaat untuk membantu perkembangan Indonesia di masa depan secara lebih mandiri dan maju. Dengan banyaknya pemuda yang menguasai bidang ini, Indonesia diharapkan bisa lebih maju dalam bidang-bidang tersebut dan tak tertinggal dari negara lainnya dalam urusan teknologi maju. 

Dia juga menyayangkan bahwa sampai saat ini banyak orang yang mengambil jurusan kuliah hanya berdasar kemudahan mencari kerja dalam waktu singkat.  

“Di Ceko ini banyak yang ambil IT, jurusan arsitektur meningkat, yang sedikit itu musik, ekonomi, dan politik,” katanya. 

Aulia mengungkapkan bahwa sebenarnya Indonesia mendapatkan tempat tersendiri di Ceko. Berbagai universitas di Indonesia pun bekerjasama dengan universitas di Ceko, termasuk soal pengembangan pusat bahasa. 

“Di Charles University ini ada pusat bahasa Indonesia, dan ada ratusan orang yang mendaftar. Mereka bahkan sudah buat kamus Ceko-Indonesia 700 halaman.”