Takut Zika, Wanita Brasil Menolak Hamil

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 23/12/2016 16:48 WIB
Takut Zika, Wanita Brasil Menolak Hamil Ketakutan memiliki bayi mikrosefalus membuat wanita Brasil menghindari kehamilan. (REUTERS/Ueslei Marcelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Brasil harus segera membahas ulang mengenai kebijakan reproduksi penduduknya. Pasalnya, hasil studi yang dilakukan Brasilia University menunjukkan bahwa semakin banyak wanita Brasil yang menghindari kehamilan dan memilih aborsi.

Alasannya, mereka takut terinfeksi virus Zika yang membuat bayi lahir dengan mikrosefalus, atau cacat fisik dimana ukuran kepala bayi lebih kecil dibanding normal. Mikrosefalus tidak hanya menghambat pertumbuhan otak, tapi juga perkembangan anak secara umum.

Berdasarkan hasil studi, peneliti dari Brasilia University menyarankan bahwa pemerintah harus bisa menjamin kesehatan ibu selama kehamilan, serta mempertimbangkan pencabutan larangan aborsi.


“Pemerintah Brasil harus fokus menangani masalah kesehatan reproduksi penduduk dalam rangka merespon wabah Zika, termasuk pembahasan tentang aborsi sebagai tindakan kriminal,” papar ketua peneliti Debora Diniz, mengutip Reuters.

Studi Diniz dipublikasikan dalam jurnal Family Planning and Reproductive Health Care yang terbit bulan Desember 2016. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei sejak Juni 2016. Data dikumpulkan dari 2002 partisipan, usia 18-39 tahun.

Hasil survei menunjukkan sekitar 50 persen responden menyatakan menghindari kehamilan akibat wabah Zika atau akan melakukan aborsi. Sementara 27 persen lainnya menyebut tetap merencanakan kehamilan, meskipun ada ancaman Zika. Sisanya menyebut tidak merencanakan kehamilan sama sekali.

Zika merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti, dan telah mewabah di lebih dari 60 negara dalam satu tahun terakhir. Pada umumnya, Zika tidak menimbulkan ancaman serius bagi penderitanya, namun jika ibu hamil terpapar Zika, bayinya bisa jadi terkena mikrosefalus.

Brasil merupakan negara yang paling parah terdampak Zika, dengan lebih dari 2200 kasus mikrosefalus.


(les)