Santen, Bekas Lokalisasi yang Jadi Pantai Syariah
Ardita Mustafa | CNN Indonesia
Minggu, 18 Jun 2017 16:41 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Hanya berjarak sekitar sepuluh menit dari Kantor Bupati Banyuwangi yang berada di kawasan Taman Baru, Pulau Santen berada di kawasan Karangrejo, dan kini digadang menjadi pusat wisata halal di Bumi Blambangan.
Walau ada kata ‘pulau’, namun Pulau Santen merupakan area yang dipadati oleh bangunan ruko dan rumah penduduk. Pantai Pandanan atau Pantai Bidadari, yang kini berubah nama menjadi Pantai Syariah, menjadi objek wisata utama di sana.
Dari cerita pengemudi mobil yang kami tumpangi, sebelum dijadikan pusat wisata halal, Pulau Santen dikenal sebagai pusat lokalisasi yang bernama Pakem.
Para penjaja seks dan peminatnya biasanya berasyik masyuk di Pantai Pandanan.
Anas, yang memimpin Banyuwangi sejak 2010, lalu memiliki gagasan mengubah Pantai Pandanan sebagai Pantai Syariah. Banyak yang terkejut, namun pria berusia 43 tahun itu memiliki alasannya.
“Setelah lokalisasi dibubarkan, saya tak ingin area ini menjadi sepi lalu lokalisasi kembali muncul. Saya ingin wisata halal menjadi industri yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di kantornya, Selasa (6/6) lalu.
Tepat pukul dua sore, mobil sampai di pintu masuk Pantai Syariah. Baru saja mesin mobil dimatikan, seorang pemuda berusia tanggung menghampiri. Rupanya ia menagih uang tiket masuk.
Harga tiket masuk ke Pantai Syariah seharga Rp3000 per orang, sementara untuk parkir seharga Rp10.000 per mobil.
Menuju Pantai Syariah, kami disambut dekorasi berwarna-warni pelangi. Entah apa hubungannya warna-warni pelangi dengan konsep syariah, yang jelas jadi ada banyak sudut menarik untuk berfoto bagi wisatawan yang datang.
Jembatan kayu sepanjang sekitar sepuluh meter menghubungkan pintu masuk ke Pantai Syariah. Pinggiran jembatan dicat warna merah muda, dengan pemandangan sungai dan sisa tanaman bakau. Sudah bisa dipastikan, kalau banyak wisatawan yang berfoto di jembatan ini.
Masuk ke Pantai Syariah, ternyata suasana tak terlalu ramai. Hanya ada beberapa keluarga yang sedang duduk-duduk menatap ke arah lautan yang berbatasan langsung dengan Selat Bali.
Pantai Syariah terbagi dua, sisi kanan dan kiri. Ada spanduk besar yang bertuliskan aturan menikmati pantai. Tertulis di sana, sisi kanan diperuntukkan bagi pengunjung umum dan sisi kiri bagi pengunjung wanita.
Sebenarnya tidak menyangka kalau pembatas antar kedua sisi hanya berupa pagar besi berongga. Padahal sebelumnya membayangkan kalau kedua sisi akan dipisahkan secara lebih tertutup, seperti area pria dan wanita dalam masjid.
Meski demikian, ada petugas Satpol PP yang terlihat berjaga. Mulai dari pukul delapan pagi sampai lima sore, mereka tidak segan menegur pengunjung yang masuk ke sisi khusus wanita, baik anak muda sampai orang tua.
Setiap harinya, petugas Satpol PP yang berjaga berjumlah enam orang, lima wanita dan satu pria. Mereka terbagi dalam beberapa jadwal.
Melihat tim CNNIndonesia.com yang celingukan mencari pusat informasi, dua petugas Sapol PP yang sedang berjaga menyapa dengan ramah. Kami lalu duduk bersama untuk berbincang singkat.
“Di hari biasa, pantai ini memang terlihat sepi. Paling ramai saat akhir pekan. Tapi, di bulan Ramadan, setiap harinya ada saja pengunjung yang menunggu waktu berbuka puasa di sini,” kata Rini, salah satu petugas Satpol PP yang berjaga.
Walau ada kata ‘pulau’, namun Pulau Santen merupakan area yang dipadati oleh bangunan ruko dan rumah penduduk. Pantai Pandanan atau Pantai Bidadari, yang kini berubah nama menjadi Pantai Syariah, menjadi objek wisata utama di sana.
Dari cerita pengemudi mobil yang kami tumpangi, sebelum dijadikan pusat wisata halal, Pulau Santen dikenal sebagai pusat lokalisasi yang bernama Pakem.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas, yang memimpin Banyuwangi sejak 2010, lalu memiliki gagasan mengubah Pantai Pandanan sebagai Pantai Syariah. Banyak yang terkejut, namun pria berusia 43 tahun itu memiliki alasannya.
“Setelah lokalisasi dibubarkan, saya tak ingin area ini menjadi sepi lalu lokalisasi kembali muncul. Saya ingin wisata halal menjadi industri yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, kepada CNNIndonesia.com saat ditemui di kantornya, Selasa (6/6) lalu.
Harga tiket masuk ke Pantai Syariah seharga Rp3000 per orang, sementara untuk parkir seharga Rp10.000 per mobil.
Pantai Syariah terbagi dua, sisi kanan dan kiri, untung pengunjung umum dan wanita. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Jembatan kayu sepanjang sekitar sepuluh meter menghubungkan pintu masuk ke Pantai Syariah. Pinggiran jembatan dicat warna merah muda, dengan pemandangan sungai dan sisa tanaman bakau. Sudah bisa dipastikan, kalau banyak wisatawan yang berfoto di jembatan ini.
Masuk ke Pantai Syariah, ternyata suasana tak terlalu ramai. Hanya ada beberapa keluarga yang sedang duduk-duduk menatap ke arah lautan yang berbatasan langsung dengan Selat Bali.
Pantai Syariah terbagi dua, sisi kanan dan kiri. Ada spanduk besar yang bertuliskan aturan menikmati pantai. Tertulis di sana, sisi kanan diperuntukkan bagi pengunjung umum dan sisi kiri bagi pengunjung wanita.
Meski demikian, ada petugas Satpol PP yang terlihat berjaga. Mulai dari pukul delapan pagi sampai lima sore, mereka tidak segan menegur pengunjung yang masuk ke sisi khusus wanita, baik anak muda sampai orang tua.
Setiap harinya, petugas Satpol PP yang berjaga berjumlah enam orang, lima wanita dan satu pria. Mereka terbagi dalam beberapa jadwal.
Melihat tim CNNIndonesia.com yang celingukan mencari pusat informasi, dua petugas Sapol PP yang sedang berjaga menyapa dengan ramah. Kami lalu duduk bersama untuk berbincang singkat.
“Di hari biasa, pantai ini memang terlihat sepi. Paling ramai saat akhir pekan. Tapi, di bulan Ramadan, setiap harinya ada saja pengunjung yang menunggu waktu berbuka puasa di sini,” kata Rini, salah satu petugas Satpol PP yang berjaga.
'Baywatch' perempuan
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
Pantai Syariah terbagi dua, sisi kanan dan kiri, untung pengunjung umum dan wanita. (