'Gender Fluidity' di Kasus Zayn-Hadid Tak Sekadar soal Busana

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Sabtu, 15/07/2017 19:17 WIB
Zayn Malik dan Gigi Hadid sering memilih busana 'bebas gender.' Zayn bisa mengenakan kaus wanita, dan sebaliknya. Vogue menyebut itu sebagai 'gender fluid.' Gigi Hadid tak memilih busana berdasarkan gender. (REUTERS/Neil Hall)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gaya busana Gigi Hadid kembali menjadi sorotan. Kali ini ia tak sendirian, melainkan menggandeng pasangannya, Zayn Malik, saat keduanya menjadi wajah sampul majalah Vogue.

Hadid dan Zayn menampilkan gaya yang tidak biasa. Busana mereka seakan tidak memedulikan gender. Zayn dibiarkan mengenakan motif bunga nan feminin, sementara Hadid tampil tomboi dengan jaket model pria. Demikian pula saat mereka sama-sama mengenakan setelan jas.

Gaya androgini Hadid dari Gucci tampak serasi dengan busana merk sama dengan motif bunga yang dikenakan Zayn. Alih-alih terkesan aneh, mereka justru tampil memukau.


[Gambas:Instagram]

Dalam wawancara, dikesankan bahwa Zayn dan Hadid memang tak segan untuk saling bertukar busana. "Baju apa yang waktu itu saya pinjam? Saya suka kaus itu. Dan kalau itu pas dengan saya, terus kenapa? Tidak ada masalah apakah itu dibuat untuk perempuan," kata Zayn.

Hadid setuju bahwa busana tak seharusnya dinilai dan dibedakan secara gender.

"Ini bukan soal gender. Ini tentang kesukaan, bentuk dan apa yang Anda rasa cocok di hari itu. Dan tentunya, sangat menyenangkan untuk bereksperimen," tutur sang model.

[Gambas:Instagram]

Hadid mengaku senang mengenakan busana yang milik kekasihnya, seperti kemeja dan celana jin ketat serta mantel gombrong, jika itu sesuai untuknya.

"Orang-orang seusia kita, mestinya bersenang-senang. Anda bisa jadi apa pun yang Anda inginkan, selama Anda menjadi diri sendiri," ujar Zayn menambahkan.

Vogue menyebut pasangan yang menjalin kasih sejak 2015 itu menembus batas dalam berpakaian dan menganut 'gender fluidity,’ alias keputusan berbusana yang ‘bebas gender.’


Tuai Kontroversi

[Gambas:Instagram]

Namun, Vogue lantas menerima kecaman lantaran menggunakan istilah gender fluidity untuk mengacu pada gaya berbusana Zayn dan Gigi tersebut. Beberapa akun di media sosial menyerang Vogue dan menyebut bahwa istilah itu tidak pantas digunakan untuk apa yang dilakukan Zayn dan Hadid. Menurutnya, istilah itu punya arti yang lebih luas.

Gender fluid sendiri merupakan istilah yang merujuk pada identitas gender yang mengacu pada jenis kelamin yang berbeda-beda dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, sesorang dapat memiliki identitas sebagai perempuan, laki-laki, gabungan atau bahkan tak memiliki gender.


Gender itu bisa berubah-ubah secara ‘cair’ sebagai respons atas situasi tertentu. Orang dengan gender fluid bisa disebut pula multigender, nonbiner atau bahkan transgender.

Artinya, istilah itu berhubungan dengan identitas gendernya, tak sekadar soal busana.

Vogue pun langsung meminta maaf karena menggunakan istilah yang salah untuk menyebut kebiasaan Zayn dan Hadid memilih busana tanpa berdasar gender itu. (rsa)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK