Saksi Mata: Ada Campur Tangan Lain di Kecelakaan Putri Diana

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 22/08/2017 18:57 WIB
Saksi Mata: Ada Campur Tangan Lain di Kecelakaan Putri Diana Saksi mata saat kecelakaan Diana buka suara soal kemungkinan adanya campur tangan lain dalam tabrakan mobil (AFP PHOTO / Diego ZAPATA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepergian Lady Di atau Putri Diana masih menyisakan kesedihan dan tanda tanya sampai saat ini. Salah satu saksi pertama, pensiunan pengacara Stanlee Culbreath muncul dan menyatakan bahwa dia yakin ada 'tangan lain' yang ikut campur dalam kecelakaan 31 Agustus 1997 lalu.

Culbreath menyakini bahwa kecelakaan ini disebabkan karena lambatnya respons petugas gawat darurat. Di saat yang sama dengan kecelakaan terjadi Culbreath dari Columbus, Ohio tiba di Paris dua jam sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa Diana terjadi.

Setelah hampir 20 tahun berlalu, Culbreath baru memutuskan untuk mengungkapkan kengerian yang terjadi pada malam itu. Sebelumnya, ia enggan untuk berbicara karena menghormati rasa duka Pangeran William dan Harry.



Culbreath melihat reruntuhan mobil Diana saat taksi yang ditumpanginya memasuki terowongan Pont de L'Alma dalam perjalanan kembali ke hotel dari Menara Eiffel pukul 12.20 malam. Awalnya, ia tidak mengetahui bahwa salah satu penumpang mobil tersebut adalah Putri Diana.

"Saat kami masuk ke terowongan, kami belum mendengar ledakan dari kecelakaan tersebut," ujar Culbreath.

Menurut pemeriksaan resmi, dibutuhkan waktu sekitar satu jam dan enam menit sejak Diana dievakuasi ke rumah sakit. Padahal jika petugas medis lebih cepat tiba di tempat kejadian, Diana mungkin memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup.

"Jika itu seorang Putri, mengapa diperlukan waktu 20 menit untuk mengevakuasinya? Dan saat ia berhasil dibebaskan dari mobil, mengapa mereka melewati satu rumah sakit dan membawanya ke rumah sakit lain?" ungkap Culbreath kepada Daily Mirror, dikutip dari Express.


Menurut kesaksian Culbreath, saat itu hanya ada satu orang polisi yang dianggapnya tidak melakukan apapun. Yang dilakukannya hanya terus mengusir Culbreath agar tidak mendekat ke mobil tersebut. Culbreath mencurigai bahwa ada orang yang memutuskan bahwa tidak ada tindakan apa pun yang dapat dilakukan saat itu.

Diana masih sempat berbicara ketika ia dikeluarkan dari mobil. Ia meninggal karena serangan jantung di rumah sakit beberapa jam kemudian.

Sebelum kecelakaan itu terjadi, Diana tiba di Paris dengan kekasihnya, Dodi Al Fayed. Saat tiba, pasangan itu makan malam di hotel Ritz dan akan menginap di apartemen Rue Arsene Houssaye.


Sekumpulan paparazzi mengejar pasangan itu sampai ke terowongan Pont d L'Alma. Sopir mobil yang ditumpangi Diana dan Fayed, Henri Paul kehilangan kendali atas Mercedes-Benz S280 yang dikendarainya.

Fayed dan Paul terbunuh ketika kecelakaan itu terjadi. Culbreath menyatakan bahwa ia melihat pengawal Diana, Trevor Rees-Jones menjadi satu-satunya korban yang selamat.

Setelah 18 bulan penyelidikan di Perancis, kematian Diana disimpulkan sebagai sebuah kecelakaan karena Paul yang mabuk saat mengemudi dengan kecepatan 65 mph.