Jumlah Kasus Kanker Serviks Indonesia Tertinggi ke-2 di Dunia

Vetriciawizach, CNN Indonesia | Minggu, 27/08/2017 16:23 WIB
Kanker serviks menjadi salah satu ancaman bagi perempuan-perempuan Indonesia dengan 21 ribu kasus terjadi setiap tahun. Deteksi dini jadi hal krusial. Ilustrasi kanker serviks. Di Indonesia terjadi 21 ribu kasus kanker serviks setiap tahunnya. (Thinkstock/champja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terjadi 21 ribu kasus kanker serviks (leher rahim) tiap tahunnya di Indonesia sehingga menempati nomor dua dalam jumlah tertinggi di dunia, demikian ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan dr Laila Nuranna SpOG, seperti dikutip dari Antara.

Pada 2014 lalu, lebih dari 92 ribu perempuan Indonesia juga meninggal karena kanker dengan 10,3 persen di antaranya karena kanker serviks.

Salah satu pendorong tingginya angka-angka tersebut, menurut Laila, adalah karena tidak adanya proses pemantauan sejak dini.


"Sebagian besar penderita kanker serviks baru menyadari saat kondisinya sudah parah. Maka pengobatan BPJS untuk penyakit ini mencapai Rp3,6 triliun pada periode 1 Januari 2014- Juni 2014," ucap Laila.

"Hal itu berarti setiap tahun biaya untuk penanganan kanker serviks mencapai Rp7,2 triliun."

Laila mengungkapkan, tidak semua penderita yang sudah mendapatkan pengobatan bisa diselamatkan, karena sudah ada yang sudah stadium berat.

Di sisi lain, penderita kanker serviks juga produktivitasnya berkurang. Ia menyebut deteksi dini melalui tes IVA (tes inspeksi visual dengan asam asetat) akan menyelamatkan uang negara triliunan rupiah.

"Karena itu upaya preventif ini sangat diperlukan, apalagi perempuan melahirkan generasi penerus bangsa," ujarnya. (Antara/vws)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK