Transformasi Diana dari 'Si Pemalu' hingga Jadi Ikon Fesyen

Rahman Indra, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 10:52 WIB
Transformasi Diana dari 'Si Pemalu' hingga Jadi Ikon Fesyen Dari gaya busana pemalu dengan sweater dan rok, Putri Diana bertransformasi tampil modis yang mengukuhkannya sebagai salah satu ikon fesyen dunia. (Foto: AFP PHOTO / MANOOCHER DEGHATI)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meninggal dunia di usia masih muda 36 tahun, pada 31 Agustus 1997 lalu, Putri Diana bertransformasi dari sosok si pemalu yang suka mengenakan sweater dan rok menjadi ikon fesyen yang modis.

Gaya busananya yang berganti-ganti dan  berani selalu tampil tanpa cela sehingga kerap dipuji para editor majalah fesyen terkemuka.

Dalam pameran khusus bertajuk Diana: Her Fashion Story, beberapa transformasi gaya busana Diana dipamerkan di Istana Kensington, di kediaman yang dulu ia tempati.


Di antara busana yang dipajang itu ada blus merah jambu pucat Emanuel yang ia kenakan saat ia bertunangan dengan Pangeran Charles. Selain itu ada juga gaun velvet hitam yang terkenal saat ia pakai berdansa dengan John Travolta di Gedung Putih pada 1985. Selain dua itu, ada juga busana biru tartan Emanuel yang ia kenakan saat perjalanan ke Venesia pada 1980-an. 


"Diana, Princess of Wales sudah jadi ikon fesyen sama seperti Audrey Hepburn atau Jackie Kennedy, yang abadi, elegan dan masih relevan hingga kini," ujar Eleri Lynn, kurator pameran Diana: Her Fashion Story, seperti dilansir dari USA Today.

"Ia mengangkat nama desainer Inggris ke tingkat internasional. Apa yang ia kenakan selalu menginspirasi dan ditiru oleh banyak orang di dunia," ujarnya. Diana juga mempopulerkan gaya busana romantis awal 80-an, tampilan glamor di akhir 80-an dan siluet ramping pada 90-an.   

Transformasi Diana dari 'Si Pemalu' hingga Jadi Ikon FesyenPutri Diana saat kunjungan ke Melbourne, 27 Januari 1988. (Foto: AFP PHOTO / PATRICK RIVIERE)


"Yang menarik adalah ketika potongan busana muncul di pekan peragaan bergantian, malah tak terpisahkan ketika Diana yang mengenakan," ujarnya. 


Sosok di Balik Transformasi Diana

Direktur fashion Vogue, Anna Harvey, adalah sosok di balik transformasi Diana. Hampir selama 16 tahun, Harvey membantu Princess of Wales dalam pilihan gaya busananya, dari mulai outfit untuk kunjungan ke luar negeri hingga dalam keseharian.

Saat pertama kali mendandani Diana, Harvey juga tak kalah khawatir. Bagaimana dengan pendapat orang ketika ia memilihkan topi untuk Diana? Apa alasannya, dan sebagainya. Namun, Diana dan Harvey kemudian menjadi parner kerjasama yang cocok.

Transformasi Diana dari 'Si Pemalu' hingga Jadi Ikon FesyenBusana 'Elvis' rancangan Catherine Walker yang jadi ikon saat dikenakan Diana dalam pameran Diana: Her Fashion Story. (Foto: AFP PHOTO / Daniel LEAL-OLIVAS)

Harvey lah yang kemudian memilihkan pakaian bulan madu untuk Diana, gaun malam, legging untuk ke pusat kebugaran dan atau chino untuk keseharian saat ia tidak dalam tugas.

Dalam mendandani Diana, ada tiga hal yang patut jadi pertimbangan, yakni busana tersebut mestilah patut, tapi juga glamor dan menjadi medium diplomasi.

Harvey pun mengenalkan Diana dengan sejumlah desainer seperti Catherine Walker, Bruce Oldfield dan Victor Edelstein. Memilih busana bersama dalam sesi khusus di Istana Kensington. Di awal-awal transformasinya, Diana mengandalkan rekomendasi Harvey.

"Diana hanya tertarik dengan apa yang ia harus lakukan, ia tampak gugup dengan penampilan, dan tidak begitu ada ketertarikan untuk tampil seperti model di peragaan busana," ujar Harvey seperti dilansir dari Sydney Morning Herald, akhir bulan lalu. 


Perkenalan Diana dengan dunia mode menjadi fase yang lain dalam hidupnya. Harvey masih ingat ketika ia mengatur pertemuan Diana dengan supermodel Linda Evangelista. Begitu rasa percaya diri Diana bertumbuh, ia mulai membuka diri dan mengubah penampilan.

"Ia menjadi lebih bebas setelah bercerai, yang dapat dilihat dari pilihan akan rok dan kalungnya yang cukup mencolok, dan atau lebih menonjolkan kakinya yang terbuka," tambah Harvey.

"Saya tak menyalahkannya, ia punya kaki yang indah. Ia ingin menonjolkan dirinya yang positif dan bagaimana ia maju melangkah dan tidak terpuruk dari keadaan yang dialaminya."

Transformasi Diana dari 'Si Pemalu' hingga Jadi Ikon FesyenPutri Diana saat kunjungan ke Paris, November 1992. (Foto: AFP PHOTO / Joel ROBINE)

Ada beberapa gaya busana Diana yang bertahan hingga sekarang. Meski sudah hampir dua dekade berlalu, dan sedikit mengejutkan bagi Harvey. "Karena saya pikir apa yang kita pakai hari ini akan berlalu esok berganti yang baru, seperti halnya fesyen, tapi tidak dengan Diana," ujarnya.

Salah satunya yakni gaya busana gaun mini hitam, busana mutiara dan gaya busana era 80-an yang masih banyak yang dikenakan oleh generasi millennial.