Cara William dan Harry Peringati 20 Tahun Kepergian Diana

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Kamis, 31/08/2017 16:22 WIB
Cara William dan Harry Peringati 20 Tahun Kepergian Diana Kedua putra Diana itu akan memeringatinya dalam acara yang tertutup pada Kamis (31/8). Sehari sebelumnya, kedua pangeran berkunjung ke White Garden. (Foto: AFP PHOTO / POOL / Justin TALLIS)
Jakarta, CNN Indonesia -- The Duke of Cambridge atau Pangeran William dan Pangeran Harry, dua putra Diana dikabarkan memeringati 20 tahun kepergian Diana dalam acara tertutup bersama keluarga kerajaan. Peringatan tertutup dilakukan keduanya di hari tepat Diana meninggal dunia 20 tahun lalu, yakni Kamis (31/8) ini. 

Namun, sehari sebelumnya, pada Rabu (30/8), kedua pangeran menyempatkan diri berjalan-jalan di White Garden taman bunga yang dipersembahkan khusus untuk peringatan 20 tahun wafatnya Diana. Turut serta bersama mereka Kate Middleton atau Duchess of Cambridge.

Perjalanan menyusuri taman serba putih itu membangkitkan kenangan akan ibu mereka. Taman yang ditumbuhi mawar putih, lili dan gladiol ini memang beranjak dari selera dan kesukaan Diana. Keduanya mengungkapkan mereka sangat senang dengan desain taman yang dibangun untuk mengingat ibu mereka.


William mengatakan dirinya ingat akan kenangan dulu 'melihat burung merpati' dan 'betapa dulu sering ke taman ini.' Dulu, lebih dari 20 tahun lalu mereka sering bermain di taman yang dulunya bernama Sunken Garden itu. Kenangan itu lambat laun muncul dan kembali membayang di ingatan.

[Gambas:Instagram]

Tur menyusuri taman didampingi kepala taman Sean Harkin, dan Graham Dillamore yang bekerja untuk perawatan Istana Kensington semasa Diana masih hidup.

"Kami merasa sangat senang, 20 tahun berlalu dan ini berasa sangat tepat," ujar William.

Berlindung dari hujan yang mengguyur London, William, Harry dan Kate menggunakan payung sebagai pelindung sembari berkeliling. Mengutip laporan Express, keduanya lalu menyempatkan diri melihat gambar potret mereka yang dipajang di gerbang. Lalu tertawa.


Pangeran William dan Harry memanfatakan peringatan 20 tahun wafatnya Diana untuk mempromosikan pentingnya aksi peduli mengatasi masalah gangguan mental. Sesuatu yang sudah diusung Diana sejak beberapa dekade silam. Pada sejumlah interview dengan media, mereka juga bertekad akan meneruskan sejumlah aksi sosial dan peduli yang pernah diusung ibu mereka.

"Ia adalah ibu kita, dan masih akan jadi ibu kita. Sebagai anak, saya mengatakan ini, ia adalah ibu terbaik di dunia," kata Harry.

Awal tahun ini, Pangeran Harry juga sempat terbuka mengatakan ia sempat mencari terapi saat pertama kali menghadapi kematian Diana. Pada Telegraph ia mengatakan, "Membicarakan tentangnya adalah semacam terapi dan menyampaikan apa yang saya rasa." 

Peringatan 20 tahun wafat Diana dipenuhi oleh banyak rangkaian bunga di sekitar Istana Kensington.


Selama dua dekade, dua bersaudara ini enggan buka suara perihal kematian ibunya. Namun akhirnya mereka mau terbuka dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi.

"Saya ingat saat itu saya merasa mati rasa, disorientasi, pusing. Situasi itu seperti saat di mana kamu merasa sangat, sangat bingung. Dan terus bertanya pada diri sendiri, 'Kenapa saya?' sepanjang waktu," kata William seperti dikutip dari Mirror, (31/8).

[Gambas:Instagram]

Harry saat itu menambahkan bahwa ada rasa tak percaya dan dia menolak untuk menerima kenyataan itu.

"Saya rasa siapapun yang ada di posisi dan usia tersebut akan mampu mengerti konsep sebenarnya dari terus melanjutkan hidup," kata Harry.

William pun bercerita tentang momen di mana mereka harus berjalan di belakang peti jenazah Diana. Saat itu ia yang masih berusia 15 tahun dan Harry 12 tahun harus menyapa khalayak yang khusus datang untuk mengucapkan selamat tinggal pada 'Queen of People's Hearts' ini.

"Orang-orang inign merengkuh kami, menyentuh kami. Mereka berteriak, meratap, melempar bunga, dan menangis, bahkan pingsan. Saya tak bisa mengerti kenapa semua orang mau menangis dan menunjukkan emosi seperti itu ketika mereka tak benar-benar mengenal ibu kami," kata William.

[Gambas:Instagram]

Kakak beradik ini akhirnya angkat bicara karena mereka ingin suara mereka didengar di antara sekian acara penghormatan yang ada dan kini mereka paham apa yang ibu mereka berikan pada dunia. Mereka ingin meneruskan warisan Diana.

"Berjalan di belakang keranda adalah hal tersulit yang pernah saya lakukan," ujar William. "Itu berasa seperti perjalanan yang jauh sekali, dan sepi."

"Saya hanya ingin mengisi kekosongan yang ditinggalkan ibu saya dan ingin membuat perbedaan dan membuat ibu bangga. Kami akan selalu merindukan ibu kami dan membayangkan seperti apa hari bersamanya," kata Harry.

"Saya tidak akan membiarkan hal ini menghancurkan saya, saya ingin ini membentuk saya. Jika saya bisa menjadi pecahan kecil ibu, saya akan bangga," tambah William.