Wisata di Pelosok Bergantung dengan Penerbangan Langsung

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 07/09/2017 11:41 WIB
Wisata di Pelosok Bergantung dengan Penerbangan Langsung Terminal keberangkatan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pendiri dan CEO Group AirAsia Tony Fernandes menilai bahwa pengembangan destinasi wisata baru di Indonesia perlu didukung oleh akses penerbangan langsung.

Ditemui seusai menerima penghargaan ASEAN Business Awards 2017 di Solaire Pasay City, Filipina, pada Rabu (6/9), Fernandes juga menyatakan kalau maskapainya akan selalu mendukung usaha pemerintah Indonesia dalam menggairahkan industri pariwisata Tanah Air.


“Kuncinya adalah membangun bandara-bandara kecil seperti di Lombok, Labuan Bajo dan lokasi lain seperti Raja Ampat juga yang butuh penerbangan langsung,” kata Fernandes, seperti yang dikutip dari Antara.


“Kami sekarang nomor satu dalam mendatangkan turis dan kami akan lanjutkan,” ujarnya.


Fernandes lanjut mengatakan, kalau salah satu bentuk dukungan AirAsia ialah dengan membuka banyak rute baru ke 10 Destinasi Wisata Prioritas atau 10 Bali Baru, yang menjadi rencana pengembangan wisata dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Pariwisata.

"Medan jadi tujuan kami berikutnya, karena kami akan mempromosikan Danau Toba," kata Fernandes.

[Gambas:Instagram]

Saat ini penerbangan AirAsia ke Medan langsung baru tersedia dari Kuala Lumpur, Johor Bahru, Penang dan Bangkok.

Sedangkan penerbangan dari Australia, China, Tokyo, Korea dan Taiwan masih harus transit di Kuala Lumpur.

Membuka rute baru bukan kendala, namun seperti yang dikatakan Fernandes, armadanya yang kebanyakan berjenis Airbus sering menemui kendala saat harus mendarat di bandara pelosok yang berukuran kecil.

[Gambas:Instagram]

Menyediakan pesawat berukuran lebih kecil memang jadi solusi, tapi ada baiknya jika bandara-bandara di pelosok dibuat sama luasnya dengan yang ada di kota besar.

"Maka kami mendorong agar swasta bisa membangun bandara yang lebih besar di kawasan dekat tujuan pariwisata," ujar Fernandes.


Pemerintah terus berupaya mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara hingga mencapai 20 juta orang per tahun pada 2019 dengan mengembangan 10 Bali Baru.

Ke-sepuluh destinasi itu adalah Danau Toba (Sumatera Utara), Belitung (Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jawa Tengah), Gunung Bromo (Jawa Timur), Mandalika Lombok (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), Taman Nasional Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).

(ard)