Napak Tilas Letusan dan Parade Budaya di Festival Krakatau

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 08/08/2017 13:03 WIB
Napak Tilas Letusan dan Parade Budaya di Festival Krakatau Bulan Agustus ini, bakal ada Lampung Krakatau Festival 2017. Salah satu programnya ialah napak tilas mengenang letusan Gunung Krakatau. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara mengenai Gunung Krakatau tak pernah lepas dari peristiwa letusannya yang dahsyat pada Agustus 1883. Dari berbagai catatan sejarah, disebutkan kalau letusan gunung yang berada di antara Pulau Jawa dan Sumatera itu sempat membuat sinar matahari redup selama setahun, akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer bumi.

Setelah tidak lagi bergejolak, Gunung Krakatau ramai dikunjungi sebagai objek wisata alam. Dalam rangka meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Bandar Lampung bakal menggelar Lampung Krakatau Festival 2017 pada 25-27 Agustus mendatang.


Penyelenggaraan pada tahun ini merupakan yang ke-27 dengan tema ‘The Glory of Lampung Crown’.


[Gambas:Instagram]

Lampung Krakatau Festival 2017 akan dimeriahkan dengan tiga kegiatan penting. Pertama, Pesona Kemilau Sang Bumi Ruwa Jurai (25-27 Agustus 2017), yang berupa rangkaian pertunjukkan dan pameran seni budaya.

[Gambas:Instagram]

Kedua, Tour Krakatau (25-26 Agustus 2017), yang berupa napak tilas mengenang letusan Gunung Krakatau. Jalurnya mulai dari Kalianda, ke Pulau Sebesi, lalu ke Gunung Krakatau.

[Gambas:Instagram]

Ketiga, Lampung Culture and Tapis Carnival (26 Agustus 2017), yang berupa parade seni budaya.


Menteri Pariwisata Arief Yahya, saat hadir dalam peluncuran program festival di Jakarta pada Senin (7/8), berharap seluruh pelaku bisnis wisata di Lampung bisa bersiap untuk menyambut kedatangan wisatawan.

“Lampung Krakatau Festival dirasa sangat tepat untuk memperkuat posisi Lampung sebagai destinasi wisata unggulan di ujung Pulau Jawa dan Sumatera,” kata Arief.

[Gambas:Instagram]

“Posisi Lampung sangat strategis, dekat dengan Jakarta dan jadi pintu gerbang Sumarera. Lampung juga tidak lama lagi bakal memiliki Dermaga VIP di Pelabuhan Bakauheni dan jalan tol Trans Sumatera. Jadi, festival ini bisa memperkuat citra Lampung,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo mengatakan kalau pihaknya menargetkan sebanyak 30 ribuan pengunjung akan hadir dalam festival ini.

[Gambas:Instagram]

Ia optimis, wisata budaya dan alam di Lampung bisa memanjakan wisatawan yang datang.

“Tak hanya legenda mengenai Gunung Krakatau, Lampung punya Pulau Pahawang, Teluk Kiluan, Air Terjun Putri Malu, serta Taman Nasional Way Kambas. Belum lagi wisata kulinernya yang unik,” ujar M. Ridho berpromosi.


Jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung tercatat selalu meningkat setiap tahunnya. Tahun 2016, total yang berkunjung sebanyak 7,5 juta orang, sedangkan tahun sebelumnya hanya 5,5 juta orang.

Tahun ini, Pemerintah Kota Lampung memiliki target untuk mendatangkan 8 juta wisatawan.

(ard)