Makna Simbol Tangan Pangeran Harry untuk Melania Trump

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 27/09/2017 03:17 WIB
Makna Simbol Tangan Pangeran Harry untuk Melania Trump Tangan Pangeran Harry saat bertemu dengan Melania Trump menjadi pembicaraan netizen. (Chris Jackson/Getty Images for the Invictus Games Foundation /AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Momen langka terjadi pertama kalinya saat Pangeran Harry bertemu dengan istri presiden Amerika Serikat, Melania Trump. Pertemuan keduanya dalam ajang Invictus Games 2017 di Toronto, Sabtu(23/9) itu menjadi bahan perbincangan di media sosial.

Penyebabnya, tangan kanan Harry saat berfoto dengan Melania dianggap sejumlah netizen janggal. Tangan Harry dianggap memiliki 'pesan' khusus.

Inquisitr melansir, foto Harry-Melania. Dalam foto itu terlihat tangan kanan Harry menekuk. Posisi jari tengah dan jari manisnya masuk ke dalam jas, yang terlihat dalam foto hanya ibu jari, kelingking dan telunjuk.


Tak pelak, tangan Harry saat berfoto bersama ibu negara AS itu mengundang tanya publik. Kalimat 'sinyal tangan Pangeran Harry', 'tanda tangan Pangeran Harry', dan 'sikap tangan Pangeran Harry' menjadi bagian dari pencarian paling populer di Twitter.

Banyak netizen yang berasumsi bahwa Harry mengirimkan sinyal tanduk setan, yang secara tidak langsung dikirimkan untuk rezim Trump.
Isyarat tersebut memang merupakan simbol jelas dari tanduk setan. Harry sengaja memberikan sinyal itu selama beberapa detik ke kamera. Sejumlah netizen juga beranggapan bahwa simbol itu berkaitan dengan sesuatu yang jahat. Namun, belum diketahui siapa yang menjadi penerima dari simbol jahat tersebut.

Sementara, The Sun melaporkan, Harry terlihat memaksakan senyuman saat bertemu Melania. Senyumnya lenyap saat berpaling dari kamera.

Namun, seorang ahli bahasa tubuh, Patti Wood berpendapat bahwa gesture Harry yang menutup tangan dan menggenggam secara bersamaan merupakan sikap yang protektif. Terlihat seperti ingin menjaga jarak dengan Melania.

Harry selama ini, seperti diberitakan sejumlah media, dinilai tidak menyukai Presiden AS, Donald Trump.

Bahkan, melansir New York Post, Pangeran Harry, pernah terang-terangan mengungkapkan dirinya tidak menyukai sosok Trump, dan hal itu sempat ia sampaikan pada lingkungan di kerajaan.

Menurut dia, Presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut merupakan ancaman serius bagi perlindungan hak asasi manusia.

"[Pangeran Harry] bukan penggemar Trump. Ia berfikir presiden [AS] adalah ancaman serius bagi hak asasi manusia," ujar sumber resmi kerajaan pada Us Weekly.

Sumber dalam kerajaan lainnya mengatakan, pria 32 tahun tersebut takut jika Trump bisa bertindak seolah Tuhan yang mengatur hak asasi manusia. Pernyataan tersebut dirasa tidak berlebihan, mengingat kebijakan imigrasi yang baru dikeluarkan Trump. Terkait hal ini, pihak kerajaan enggan memberi komentar.
(ara/ugo)