Usai Musim Liburan, Jumlah Turis Mancanegara Menurun

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 01/11/2017 15:53 WIB
Usai Musim Liburan, Jumlah Turis Mancanegara Menurun Pemandangan Candi Borobudur. (CNN Indonesia/Rahman Indra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara pada bulan September 2017 berjumlah 1,21 juta. Angka itu menurun sebanyak 13,57 persen dibandingkan kunjungan pada bulan Agustus 2017 sebesar 1,4 juta kunjungan.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan kunjungan turis luar negeri pada September merupakan tren setiap tahun, di mana masa puncak kunjungan (peak season) biasanya berakhir di bulan Agustus.

Hal ini pun terlihat di tahun sebelumnya, di mana kunjungan wisatawan mancanegara antara bulan Agustus hingga September 2016 menurun sebesar 2,5 persen.


“Penurunan disebabkan karena pengaruh musim liburan, setelah bulan Juli dan Agustus memang jumlah wisman menurun,” ujar Suhariyanto di Gedung BPS, Jakarta, pada Rabu (1/11).

Lebih lanjut ia menuturkan, penurunan kunjungan wisman terlihat di tiga pintu utama, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Internasional Ngurah Rai, dan Batam. Adapun, ketiga pintu utama itu mencatat penurunan kunjungan masing-masing sebesar 8,27 persen, 4,62 persen, dan 3,05 persen secara bulanan (month-to-month).

Kondisi ini kemudian dipertegas dengan jumlah penumpang penerbangan internasional yang juga turun sebesar 5,87 persen dari 1,52 juta orang di bulan Agustus ke angka 1,43 juta orang di bulan Septmeber.

Meski demikian, pertumbuhan arus kunjungan wisman mengalami anomali di pintu lintas batas negara.

Di pos Entikong, contohnya, terdapat pertumbuhan kunjungan month-to-month 40,98 persen dari 1.560 kunjungan di bulan Agustus menjadi 2.210 kunjungan di bulan September.

Selain itu, pos lintas batas Sepinggan juga mencatat kenaikan 7,88 persen dari 420 kunjungan ke angka 450 kunjungan.

“Namun, angka kunjungan di pos lintas batas negara ini hanya sedikit. Jumlahnya masih kalah jauh dibanding yang masuk melalui bandara,” paparnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, wisman yang berkunjung ke Indonesia masih didominasi oleh turis China dengan jumlah 182.428 kunjungan, atau 15,04 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara.

Angka itu disusul oleh Singapura dengan jumlah 122.821 kunjungan dan Australia dengan jumlah 118.459 kunjungan.

“Biasanya jumlah kunjungan Singapura dan Malaysia ini kejar-kejaran. Bulan ini Australia lebih banyak dari Malaysia, namun terkadang kunjungan dari Malaysia bisa lebih banyak dari Australia. Tetapi secara tren, memang kunjungan dari China tercatat selalu nomor satu,” kata Suhariyanto.

Melihat angka tersebut, maka kunjungan wisman secara tahun kalender (year-to-date) berada di angka 10,45 juta, di mana angka ini meningkat 25,05 persen dibanding periode yang sama tahun lalu 8,36 juta.

Suhariyanto yakin, tingginya angka ini bisa membuat pariwisata menjadi sektor unggulan Indonesia kedepannya.

“Pariwisata adalah salah satu sumber pertumbuhan yang menggerakkan Indonesia. Dengan melihat kekayaan wisata, dan kami lihat bahwa wisata tidak hanya dilakukan lapisan penduduk atas, namun juga bawah,” pungkasnya.

(ard)