Kostum Nasional 'Warrior of Orang Utan' Tuai Beragam Reaksi

Rahman Indra, CNN Indonesia | Sabtu, 04/11/2017 14:59 WIB
Tampil beda dari kostum nasional Indonesia yang selalu bergaya karnaval membuat 'Save Orang Utan' yang akan dibawa ke Miss Universe 2017 menuai beragam reaksi. Tampil beda dari kostum nasional Indonesia yang selalu bergaya karnaval membuat 'Save Orang Utan' yang akan dibawa ke Miss Universe 2017 menuai beragam reaksi. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepekan menjelang keberangkatannya menuju kontes kecantikan dunia bergengsi Miss Universe 2017 mewakili Indonesia, Bunga Jelitha Ibrani (26) memberi tunjuk kostum nasional yang akan ia pakai. 

Kostum rancangan desainer Rinaldy A Yunardi itu mengusung pesan kuat sebagai pejuang orang utan, atau 'Warrior of Orang Utan'. Pesannya juga sejalan dengan aksi peduli atau advokasi 'save orang utan', khususnya di Kalimantan. Maka tak heran, detail yang disampaikan dalam busana atau kostum ini pun menampilkan 'wajah' orang utan beserta hutan Kalimantan lewat penempatan daun-daun hijau di bagian belakangnya. 

Dikenalkan pada publik pada Jumat (3/11) malam, kostum nasional itu serta merta menuai beragam reaksi. Terutama, penampilannya yang jauh dari kesan 'grande' atau 'karnaval' yang dalam beberapa tahun terakhir selalu identik dengan kostum nasional Indonesia. Ragam reaksi itu dengan cepat memenuhi kolom komentar potret yang dibagi Yayasan Putri Indonesia (YPI) yang menjadi pihak mewakili Indonesia di ajang Miss Universe. 



Di antara komentar itu, banyak yang mengungkapkan kekagumannya akan kekayaan detail, eksekusi yang menonjol, serta pesan yang kuat. Namun, tak sedikit juga yang kecewa dan berharap lebih, atau setidaknya 'grande' seperti yang sudah ada sebelumnya. 

Akun @exquisitecrown, misalnya. Pada kolom koomentar akun YPI dengan postingan kostum nasional 'Warrior of Orang Utan' itu, ia mengatakan kostum ini terlihat sederhana. 

"Mungkin kita agak kaget ya, begitu melihat national costume tahun ini bisa dibilang terlihat simple, padahal kalau dilihat detailnya enggak. Soalnya sudah 5 tahun belakangan ini kita selalu disajikan national costume yang carnaval dan grande. Terlebih kemarin national costume untuk MGI (Miss Grand International) yang masih masuk kategori 'grande'. Sebenernya saya juga kaget sih, tapi tetap harus menghargai karya dari Rinaldy Yunardi dan tim. Sukses terus ya kak Bunga di Miss Universe nanti! Semoga memperoleh hasil terbaik," tulisnya. 

Ada juga yang tak puas, menilai biasa saja, dan berprediksi akan kalah bersaing memperebutkan Best National Costume karena kurang karnaval.

[Gambas:Instagram]

Pendapat lain datang dari akun @id.pageant. Menurut mereka, "Coba lihat Miss universe tahun lalu apakah yang 'grande' yang menang? Maaf ya, Miss Universe itu bukan Miss Grand International, dan bukan ajang lain, bisa lihat kemarin Myanmar eksekusi dari natcos-nya bagaimana? Tanpa kalian sadar bahkan yang 'grande' seperti Vanezuela pun kalah sama yang 'kreatif' seperti Myanmar, dan natcos Bunga ini sudah Tipe Miss Universe, tinggal bagaimana Bunga mengeksekusikannya."

Beberapa netizen juga memberi masukan. Sekiranya, kostum nasional itu ditambahi dengan tongkat, tameng, tombak, atau boneka orangutan. Tak sampai di situ, bila perlu paha Bunga diberi tato biar lebih dapat kesan tradisionalnya.


Akun @martha_lenikoq mengungkapkan: "Saya merasa terbalik yah...natcos Bunga sama Dea harusnya ditukar @officialputeriindonesia #justmyopinion."

Hal serupa disampaikan akun @syahril_syah16. "Coba dikasih asesoris semacem boneka/replika ala ala orang utan,, pasti lbh memperkuat karakter." 

Pendapat keduanya mendapat balasan dari Putri K Wardani, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia. 

Merespons tuturan Martha Leni, Putri mengatakan: "Nggak tertukar.. Kami sdh mempelajari dengan seksama masing-masing pageant dan pemenangnya. Ini baju seperti rotan dari kertas daur ulang.. Luar biasa."

Sementara, menanggapi Syahril Syah, Putri memberi sanggahan. "Lah, nggak lihat. Itu di punggung Bunga gendong Orang Utan." 

Tampil beda

Desain kostum nasional Indonesia untuk Miss Universe kali ini bisa dibilang tampil beda. Jauh dari kesan 'karnaval' dan 'grande'. Mengenai hal ini, Rinaldy A Yunardi  usai konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (3/11), menyampaikan ini kali pertama ia merancang kostum untuk Indonesia melaju ke Miss Universe.


"Dari Ivan, sudah jangan karnaval, jadi diri sendiri saja. Yang pasti bagus dilihat mata, indah, dan di atas panggung fantastis," ujarnya.

Rinaldy berharap saat kompetisi, Bunga bisa menerjemahkan apa yang dibayangkan saat tampil di atas panggung, sehingga akan ada koreografi penyerta saat tampil.

Putri pun menegaskan YPI sudah bekerjasama dengan Dynand Fariz, Jember Fashion Karnaval dalam lima tahun terakhir, dan masih terus tahun ini.

"Tiap pageant beda, mungkin lima tahun karnaval semua, perubahan bisa dibaca untuk menang, dan karena Miss Universe ini tidak fokus pada (gaun) karnaval, tapi national costume yang dibawakan ini mengusung tema khusus, akhirnya muncul 'Warrior of Orang Utan' ini, dan storynya bagus sekali," ujar dia.

Alasan lainnya, kata dia, lingkungan hidup jadi kekhawatiran dunia yang nanti akan ditinggalkan ke anak cucu.

"Saya sendiri tidak kepikiran kertas daur ulang, dan bahan yang ramah lingkungan, ini sesuai tema dan konsep," ujarnya.

Miss Universe 2017 berlangsung dari 12 November 2017, dengan malam Grand Final berlangsung 26 November 2017 di The AXIS, Planet Hollywood Las Vegas, AS.  (tab/rah)