'10 Bali Baru' Kini Tinggal Empat Lokasi

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 16/11/2017 20:27 WIB
'10 Bali Baru' Kini Tinggal Empat Lokasi Seorang bocah pedagang gelang menunggu pembeli saat berjualan di pinggiran Pantai Tanjung Aan, KEK Mandalika. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Daftar ’10 Bali Baru’ alias ’10 Destinasi Wisata Prioritas’ versi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) hanya tinggal kenangan, karena daftar tersebut dikecilkan menjadi empat lokasi.

Keputusan itu diambil setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kemenpar mengadakan Rapat Terbatas Pengembangan '10 Bali Baru' di Istana Bogor pada Kamis (16/11).

Empat lokasi yang kini menjadi fokus pengembangan Kemenpar ialah; Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, dan Labuan Bajo.


Sebelumnya, daftar ’10 Bali Baru’ juga dihuni oleh Belitung, Tanjung Lesung, Kepulauan Seribu, Gunung Bromo, Taman Nasional Wakatobi, dan Morotai.

Istilah ’10 Bali Baru’ dipopulerkan oleh Kemenpar sejak awal tahun ini. Tujuannya, agar sepuluh lokasi yang masuk dalam daftar bisa ikut berkembang dan populer seperti Bali.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kalau empat lokasi yang dipilih dianggap sudah memiliki infrastruktur yang baik demi kenyamanan turis yang datang.

Labuan Bajo dipilih karena namanya sedang naik daun, sementara Danau Toba, Kawasan Candi Borobudur, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dipilih untuk pemulihan potensi wisatanya.

[Gambas:Instagram]

“Agar pengembangan wisata jadi lebih riil, kami akhirnya pilih empat lokasi ini,” kata Arief di hadapan wartawan yang meliput.

“Keempat lokasi ini juga akan dijadikan model untuk pengembangan wisata berbasis ekonomi masyarakat, dengan kolaborasi dengan badan otorita setempat, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Perdagangan,” lanjutnya.

Arief melanjutkan, khusus wisata di Danau Toba dan Mandalika akan dinaungi oleh Badan Otorita Pariwisata Danau Toba dan PT Indonesia Development Tourism Corporation (ITDC)—yang sebelumnya menangani kawasan Nusa Dua, Bali.

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, badan otorita pengelola Candi Borobudur dan Labuan Bajo masing-masing akan dibentuk akhir tahun ini dan kuartal I tahun depan.

“Dengan fokus empat lokasi ini, kami berharap semakin banyak turis yang datang ke Indonesia,” ujar Arief.

[Gambas:Instagram]

Arief mengatakan kalau saat ini Indonesia masuk dalam daftar 20 besar negara dengan pertumbuhan turis yang terbaik di dunia. Indonesia juga menduduki peringkat ke-47 sebagai negara dengan promosi wisata yang terbaik di dunia.

“Tapi kami akui, kami masih kalah dengan Vietnam. Pertumbuhan Indonesia 25,05 persen sementara Vietnam 30 persen. Sebenarnya rahasianya gampang, yakni kemudahan untuk berkunjung dan berinvestasi di sebuah negara,” paparnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kunjungan turis antara Januari hingga Oktober 2017 tercatat sebesar 10,45 juta. Jumlah itu meningkat 25,05 persen dibanding tahun sebelumnya 8,36 juta kunjungan.

Tahun ini, Kemenpar menargetkan 15 juta turis mancanegara bisa datang ke Indonesia.

(ard)