Bulan Terbaik Datang Berwisata ke Jerman

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Jumat, 17/11/2017 13:17 WIB
Bulan Terbaik Datang Berwisata ke Jerman Suasana festival Oktoberfest di Jerman. (REUTERS/Michaela Rehle)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jauh dan mahal, adalah dua kata yang menggambarkan kesan wisata ke negara-negara Eropa. Tapi dengan kekayaan sejarah, budaya, dan alam, rasanya hidup memang belum lengkap kalau belum pernah menginjakkan kaki ke sana.

Jika keinginan berwisata ke Eropa sudah menggebu, mulailah menyisihkan uang untuk bisa datang ke Jerman. Pasalnya, berwisata ke negara ini disebut masih lebih murah dibandingkan ke Perancis, Swiss, Swedia, bahkan Inggris.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur ASEAN Badan Pariwisata Jerman (GNTB), Chun Hoy Yuen, saat diwawancara oleh CNNIndonesia.com di Jakarta pada Kamis (16/11).


“Saat ini GNTB mulai menyasar pasar ASEAN, karena sejak dua tahun lalu jumlah turis berusia muda yang datang dari Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Thailand meningkat drastis. Tepatnya, pada 2016, sebanyak 18,4 juta turis datang dari empat negara ASEAN ini,” kata Chun.

“Ini membuktikan kalau Jerman sudah dianggap sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong,” lanjutnya.

Secara rinci Chun menjelaskan bahwa sebanyak 7,9 juta turis Indonesia telah datang ke Jerman pada 2016. Angka tersebut diharapkan meningkat, oleh karena itu Chun berpromosi kalau tahun depan GNTB akan merilis kampanye 'Culinary Germany' dengan tagar #EnjoyGermanFood.

[Gambas:Instagram]

Urusan perut memang sudah diketahui berhasil menyatukan bermacam keperluan.

“Jerman bukan hanya bir dan sosis saja. Ada banyak kuliner khas di sana. Di Jakarta mungkin ada banyak restoran Jerman, tapi menyicipi langsung dari negaranya pasti memberikan kesan tersendiri,” ujar Chun.

Waktu tepat membeli tiket penerbangan ke Jerman

Jutaan turis ASEAN yang datang ke Jerman tentu saja memiliki konsep berwisata yang beragam, ada yang ingin datang di musim turis (high season) dan ada yang ingin datang di musim sepi turis (low season).

Baik di musim ramai atau sepi, Jerman memang selalu menarik untuk didatangi. Dari wisata alam sampai belanja bisa dinikmati di sana sepanjang tahunnya.

[Gambas:Instagram]

Bagi yang punya dana lebih, silakan datang di pertengahan musim semi sampai akhir musim panas, yang berlangsung mulai dari bulan Mei sampai Oktober.

Di bulan itu, cuaca Jerman akan lebih hangat, pepohonan akan lebih menghijau, dan ada banyak festival seru yang digelar.

Oktoberfest hanya satu dari banyak festival yang dikunjungi oleh jutaan orang di sana.

[Gambas:Instagram]

Atau bisa juga datang di awal musim dingin, yang berlangsung November sampai Januari. Berkeliling di Pasar Natal sampai menghitung mundur Tahun Baru pasti bakal jadi pengalaman yang tak terlupakan.

Sementara yang punya dana terbatas, bisa datang di bulan Februari sampai Maret, alias di tengah musim dingin setelah Natal dan Tahun Baru.

Cuaca dingin bakal jadi tantangan tersendiri, namun urusan berkunjung ke objek wisata populer bakal lebih mudah, karena tidak terlalu banyak turis yang datang.

Tips mengurus visa Schengen

Selain menyiapkan tiket penerbangan dan tempat penginapan, jangan lupa juga untuk menyiapkan visa Schengen sebelum datang ke Jerman.

Mengurus visa Schengen memang butuh kesabaran ekstra, tapi jika sudah ada di tangan, Jerman hanya satu dari 26 negara Eropa yang bisa dengan bebas dikunjungi selama visa masih berlaku.

Negara-negara Eropa yang bisa dikunjungi oleh pemegang visa Schengen antara lain; Perancis, Italia, Spanyol, Inggris, Islandia, Swedia, Denmark, dan Norwegia.

Chun mengakui kalau dirinya mendapat banyak “keluhan” dari turis Indonesia yang ingin mengurus visa Schengen.

[Gambas:Instagram]

Sebagian besar keluhan mereka berupa lamanya waktu pengurusan visa, yang dikarenakan kapasitas kantor pelayanan visa di Indonesia yang masih terbatas.

“Ya, saya mendapat banyak keluhan mengenai hal tersebut. Ini dikarenakan banyak turis Indonesia yang ingin langsung berwisata ke beberapa negara Schengen. Pengajuan visa ke banyak tempat tentu saja memakan waktu pengurusan yang lebih panjang,” kata Chun.

“Cobalah untuk fokus mendaftarkan pengajuan perjalanan wisata ke satu negara Schengen dulu. Saya kira jika telah sampai ke satu negara Schengen—misalnya Jerman, lalu ingin lanjut ke negara Schengen lain, rasanya bisa tinggal mengajukan surat permohonan sambil membawa dokumen pengajuan visa di imigrasi Jerman,” pungkasnya.

(ard)