Turis Diminta Mewaspadai Penyakit dari Ketinggian Gunung

REUTERS, CNN Indonesia | Rabu, 06/12/2017 15:24 WIB
Turis Diminta Mewaspadai Penyakit dari Ketinggian Gunung Pegunungan Cordillera Blanca di Andes, Peru (Thinkstock/estivillml)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berada di tempat baru dengan suhu udara berbeda bisa menyebabkan sakit kepala, rasa lelah yang berlebihan, sampai mual. Oleh karena itu, turis yang berencana untuk menghabiskan waktu liburan musim dingin ke daerah pegunungan bersalju diminta untuk mempersiapkan kesehatannya.

Imbauan tersebut dirilis belum lama ini oleh Asosiasi Medis Amerika (AMA), seperti yang dilansir dari Reuters.

AMA mengatakan, kalau ‘penyakit gunung akut’ bisa menyerang turis yang sedang berada di pegunungan mulai dari ketinggian 3.500 meter. Dalam ketinggian tersebut biasanya turis melakukan kegiatan pendakian atau ski.


“Menjelang masa liburan musim dingin, turis diminta untuk mewaspadai penyakit yang disebabkan perubahan suhu di ketinggian,” kata Dr. Jill Jin dari Universitas Northwestern.

“Sangat penting untuk mengetahui gejala dari penyakit gunung akut sebelum bertambah parah,” lanjutnya.

Selain tiga gejala yang disebutkan di atas, Dr. Jin juga mengatakan turis bisa mengalami kurangnya napsu makan sampai gangguan tidur jika tubuhnya tidak bisa cepat menyesuaikan perubahan suhu selama 12 jam.

Setelah dua hari, biasanya tubuh seseorang bisa langsung menyesuaikan dengan suhu baru. Namun, turis dengan kondisi tubuh yang lemah bisa terus terdera penyakit gunung akut, bahkan sampai hilang kesadaran.

[Gambas:Instagram]

“Semua orang bisa terkena penyakit gunung akut, bahkan orang yang masih berusia muda,” kata Dr. Jin.

Dr. Jin lanjut mengatakan kalau penyakit gunung akut bisa diobati dengan minum obat resep dokter sekaligus beristirahat penuh.

Jika hingga tiga hari gejala bertambah parah, ia menyarankan turis agar turun gunung.

“Setiap tahunnya, ada jutaan turis yang mengalami penyakit gunung akut. Hal ini sangat mengganggu waktu liburan,” ujar Dr. Chris Davis dari Universitas Colorado.

Dr. Davis menganjurkan agar turis minum banyak air putih selama berada di pegunungan. Ia juga meminta agar turis menghindari minuman alkohol.

“Turis yang tidak biasa merasakan suhu dingin sebaiknya melakukan penyesuaian iklim, dengan tidak langsung naik ke puncak pegunungan. Mereka bisa menyesuaikan suhu terlebih dahulu dengan bermalam di kaki gunung selama satu atau dua hari,” pungkas Dr. Davis.

(ard)