Tips Hindari Difteri saat Berwisata

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 08/12/2017 19:04 WIB
Tips Hindari Difteri saat Berwisata Ilustrasi. (Thinkstock/Wavebreakmedia Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika sedang mengalami batuk atau bersin yang tak kunjung reda lebih dari seminggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Pasalnya, saat ini penyakit menular difteri kembali mewabah dan memakan korban.

Difteri (diphteria) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphtheriae. Penularannya melalui batuk atau bersin orang lain.

Munculnya selaput putih tebal di tenggorokan dan hidung, leher bengkak, sulit menelan, dan lemas berlebihan, merupakan gejala awal dari pengidap difteri.


Kalau tak segera diobati atau dirawat inap, selaput putih itu bisa menutupi saluran pernapasan dan mengeluarkan racun yang melumpuhkan organ vital tubuh, seperti jantung dan syaraf.

Difteri mengincar orang yang belum pernah diimunisasi atau yang pernah diimunisasi namun tak lengkap.

Selain anak kecil, orang dewasa yang sering berpergian juga perlu memeriksakan dirinya ke dokter sebelum dan setelah ke luar negeri, khususnya ke negara tropis, tempat difteri biasanya mewabah.

Dikutip dari keterangan situs resmi Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), kawasan yang rawan difteri ialah Asia, Afrika, Timur Tengah dan Eropa Timur. Indonesia dan Thailand masuk dalam daftar negara tersebut.

Berikut ini ialah beberapa cara sederhana untuk menghindari difteri saat pergi berwisata:

1. Selain vitamin dalam bentuk cair atau tablet, bisa juga memperbanyak makan buah dan minum air putih untuk menjaga stamina.

2. Kenakan masker penutup hidup saat berada di sekitar orang yang sedang batuk atau pilek.

3. Segera mandi dan ganti baju setelah beraktivitas yang berkeringat di luar ruangan.

4. Selalu bawa tisu basah atau cairan pencuci tangan di dalam tas. Gunakan setelah tangan memegang permukaan di tempat umum, seperti gagang pintu atau pegangan eskalator.

5. Hindari mengonsumsi makanan atau minuman dari sendok, garpu, sumpit, atau sedotan milik teman agar tidak tertular virus dari air liur.

6. Jangan tunggu sampai batuk atau bersin bertambah parah untuk minum obat atau berkonsultasi ke dokter.

(ard)