Jerman Operasikan Kereta Cepat Baru dari Berlin ke Munich

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Rabu, 13/12/2017 20:24 WIB
Jerman Operasikan Kereta Cepat Baru dari Berlin ke Munich Ilustrasi. (kpgolfpro/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketersedian angkutan umum yang layak membuat turis jadi merasa nyaman saat berwisata ke suatu negara. Jika pilihannya Jerman, maka jangan khawatir, karena layanan kereta di sana sangat bisa diandalkan untuk bepergian.

Saat ini ada layanan kereta baru di sana, yang menghubungkan Berlin dan Munich hanya dalam waktu kurang dari empat jam.

Dilansir dari Lonely Planet, layanan kereta cepat itu baru saja diresmikan pada minggu ini.


Rute yang dilewati kereta cepat ini ialah Munich, Nuremberg, Erfurt, Leipzig, dan Berlin. Rute ini terhubung dengan rel kereta sepanjang 623 kilometer.

Kereta cepat ini bakal melaju dengan kecepatan 300 kilometer per jam dan beroperasi dari pukul 6 pagi sampai 6 sore setiap harinya.

Sebelumnya, ada kereta dengan rute yang sama. Namun, tidak terlalu cepat, sehingga perjalanan dari Berlin ke Munich memakan waktu hingga 4 jam 30 menit.

Kereta cepat ini mampu menampung 700 orang dalam satu kali perjalanan. Ditargetkan, ada 10 ribu penumpang yang terangkut setiap harinya.

"Semakin singkatnya waktu perjalanan, akan membuat perjalanan semakin nyaman. Kereta cepat ini akan melewati 45 stasiun dan bisa ditumpangi dari berbagai stasiun transit," kata pihak perusahaan jasa kereta api di Jerman, Deutsche Bahn.

Turis yang akan datang ke Jerman dan berencana untuk melakukan perjalanan menggunakan kereta sebaiknya meluangkan waktu untuk datang ke stasiun lebih awal, karena Deutsche Bahn berencana untuk menutup pintu kereta lebih awal.

Aturan tersebut sudah mulai berlaku tahun ini. Walau sudah tiba tepat waktu di stasiun, kereta akan menutup pintu 20 detik lebih cepat, sebelum berangkat menuju stasiun berikutnya.

Aturan itu pertama kali diuji coba di stasiun Cologne dan Hanover. Sebelumnya, kereta menutup pintu 10 detik lebih cepat.

Pihak Deutsche Bahn mengklaim, kalau hanya beberapa orang yang ketinggalan kereta saat aturan baru itu diterapkan.

Tapi, bisa dipastikan, kalau sebagian besar orang yang berhasil naik kereta merupakan penduduk Jerman yang memang sudah terbiasa tepat waktu.

(ard)