Pantai Pink Butuh Dermaga Demi Kelestarian Terumbu Karang

ANTARA , CNN Indonesia | Senin, 18/12/2017 15:22 WIB
Pantai Pink Butuh Dermaga Demi Kelestarian Terumbu Karang Ilustrasi. (Thinkstock/Preto_perola)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pantai Pink di Lombok Timur selama ini telah menjadi primadona pariwisata di Nusa Tenggara Barat (NTB). Banyak turis dari dalam dan luar negeri yang datang ke sana, namun akses transportasi masih menjadi kendala utama.

Karena kawasan tersebut dikelilingi oleh perairan, maka tercetuslah rencana pembangunan dermaga agar kapal yang membawa turis dari pulau-pulau terdekat bisa bersandar dengan aman.

Kelompok Pemuda Sadar Wisata Tanjung Luar menyatakan dukungannya mengenai pembangunan dermaga tersebut. Mereka menilai, pembangunan dermaga dapat semakin mengembangkan potensi pariwisata di Pantai Pink.

“Saat perairan surut, kapal yang mengangkut turis jadi sulit bersandar karena terhalang karang. Kadang awak dan turis harus ikut mendorong sampai ke tepian yang aman,” kata Ketua Kelompok Pemuda Sadar Wisata Tanjung Luar Lalu Muh Dalil, seperti yang dilansir dari Antara.

“Selain memudahkan turis, dermaga juga akan memudahkan akses nelayan untuk menangkap ikan,” lanjutnya.

Dalil mengklaim, pembangunan dermaga merupakan usulan dari masyarakat Tanjung Luar. Oleh karena itu ia heran dengan berita penolakan pembangunan yang diklaim dilakukan oleh masyarakat setempat.

"Program yang baik dan bagus kok ditolak. Padahal, manfaatnya sangat besar untuk kemajuan pariwisata di wilayah selatan Lombok Timur," ujar Dalil.

Menurutnya, dermaga sandar di Pantai Pink adalah kebutuhan yang sangat mendesak untuk mendukung wisata di objek wisata itu.

[Gambas:Instagram]

Kelompok Pemuda Sadar Wisata Tanjung Luar, pengelola areal publik Pantai Pink, Kelompok Tani Hutan juga mengatakan hal yang senada.

“Untuk menyandarkan kapal saat air surut, mereka biasanya menggunakan jangkar atau alat lain untuk merapatkan kapal. Mereka juga kadang menginjak terumbu karang. Teknik tersebut dikhawatirkan bakal merusak kehidupan bawah laut,” kata Turmuzi.

“Pembangunan dermaga selaras dengan konsep peruntukan area publik Pantai Pink, sebagai objek wisata lingkungan yang membutuhkan penanganan dampak kerusakan ekosistem laut akibat pembuangan jangkar sembarangan,” pungkasnya

(ard)


BACA JUGA