Fotografer Mario Testino Tersandung Dugaan Pelecehan Seksual

Eka Santhika, CNN Indonesia | Minggu, 14/01/2018 12:40 WIB
Fotografer Mario Testino Tersandung Dugaan Pelecehan Seksual Ilustrasi fotografer. Beberapa model yang sempat bekerja untuk dua fotografer papan atas di dunia mode mengungkap bagaimana mereka mendapat pelecehan seksual saat bekerja (SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah model pria mengungkap bagaimana mereka mendapat eksploitasi seksual dari dua fotografer papan atas di dunia fesyen, Mario Testino (63) dan Bruce Weber (71).

Tuduhan pelecehan seksual ini dilayangkan oleh 15 model dan mantan model terhadap Weber. Sementara 13 mantan model dan asisten juga menuduhkan hal serupa terhadap Testino. Penyidikan terhadap dua fotografer ini telah dilakukan The New York Times, sejak November lalu.

Tuduhan terhadap Weber


Sebanyak 15 model dan mantan model menuduh Weber seringkali melakukan foto telanjang yang tak perlu dan melakukan paksaan perilaku seksual saat melakukan pemotretan.


Mereka menyebut Weber secara konsisten dalam sesi foto pribadi meminta mereka untuk menanggalkan pakaian dan meminta mereka melakukan latihan pernapasan dan "energi".

Para model diminta untuk bernapas dan menyentuh tubuh mereka sendiri. Tangan Weber pun tak jarang ikut mengarahkan tangan model untuk merasakan "energi" tersebut.

"Saya ingat saat ia menaruh jarinya di mulut saya, dan meraih wilayah pribadi saya," jelas model, Robyn Sinclair. "Kami tidak melakukan seks atau apapun, tapi banyak hal yang terjadi. Banyak sentuhan, banyak penganiayaan," tuturnya, seperti dikutip The New York Times, Sabtu (13/1).

Gugatan atas Testino

Sementara 13 asisten dan model yang bekerja untuk Mario Testino pada pertengahan 1990-an juga memberikan kesaksian. Mereka menuduh Testino, telah memaksa mereka pada tindakan seksual seperti meraba-raba dan masturbasi.

Melalui pengacaranya, Testino menantang mereka yang menuduhnya melakukan pelecehan tersebut. Weber pun membantah tuduhan tersebut.

[Gambas:Instagram]


Tak ada pilihan


Bagi para model, pilihan mereka jelas. Jika mereka menerima perlakuan tidak senonoh itu, mereka mungkin bisa dihadiahkan dengan tawaran menjadi model iklan yang menguntungkan. 

Jika permintaan itu ditolak, mereka malah khawatir hal tersebut akan menghancurkan karir mereka. Sehingga, dalam dunia model, pria muda sangat rentan terhadap eksploitasi.

"(Model pria) paling tidak dihormati dan yang paling bisa sekali pakai," jelas mantan model Trish Goff.

Hal serupa diungkap oleh matan agen model, Next Management di tahun 1996 dan 2002.


"Hal itu adalah praktik umum...Jika Anda mengatakan tidak akan bekerja dengan seseorang seperti Bruce Weber atau Mario Testino, sebaiknya Anda segera mengepak koper dan bekerja di industri lain."

Terkait dugaan pelecehan seksual ini, penerbit raksasa Condé Nast mengumumkan akan berhenti bekerjasama dengan Testino dan Weber. Penerbit ini juga mengumumkan panduan baru untuk melindungi model dari penyalahgunaan profesi dan pelecehan seksual.

Sebelumnya, Condé Nast sering mempekerjakan kedua fotografer ini untuk terbitan papan atas mereka, seperti Vogue dan Vanity Fair. Beberapa rumah mode terkenal seperti Louis Vuitton, Burberry, Michael Kors, dan Chanel, juga sering menggunakan jasa kedua fotografer ini. (eks/eks)