'Miss Grand Indonesia' Digelar Perdana Tahun Ini

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Senin, 29/01/2018 20:07 WIB
'Miss Grand Indonesia' Digelar Perdana Tahun Ini Pihak Miss Grand International memindahkan lisensi pemilihan wakil Indonesia yang selama ini dipegang Yayasan Puteri Indonesia menjadi 'Miss Grand Indonesia'. Wakil Indonesia, Ariska Putri Pertiwi meraih mahkota Miss Grand International pada 2016. (Foto: Dok. Yayasan Puteri Indonesia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika sebelumnya, wakil Indonesia yang melaju ke kontes kecantikan Miss Grand International (MGI) berasal dari salah satu pemenang Puteri Indonesia, tahun ini tidak lagi. Pihak Miss Grand International tak lagi bekerjasama dengan Yayasan Puteri Indonesia, dan sebagai gantinya menggelar ajang baru bertajuk 'Miss Grand Indonesia'. 

Kabar ini terungkap dalam kesempatan konferensi pers di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata, di Jakarta, oleh Presiden Miss Grand International, Nawat Itsaragrisil. Ia melakukan penandatanganan kerjasama atau MoU dengan Yayasan Dharma Gantari. Yayasan ini merupakan institusi resmi yang ditunjuk oleh MGI sebagai pemilik lisensi Miss Grand Indonesia.

Pemindahan lisensi ini disampaikan Nawat beranjak dari keinginan untuk memberikan kesempatan lebih luas bagi siapapun.


"Saya ingin membantu generasi baru untuk membuat ajang ini jadi lebih besar. Kontes kecantikan bukan sekadar kontes saja. Tapi yang paling penting adalah setelah kontes. Apa yang mau kamu lakukan. Kamu seharusnya jadi inspirasi bagi wanita-wanita di dunia," kata Nawat di sela konferensi pers, Senin (29/1).


"Penyelenggara yang lalu (YPI) bagus tapi saya ingin kualitas lebih, kesempatan lebih banyak, lebih banyak jendela juga pintu (bagi wanita-wanita lain)," tambah Nawat.

Kabar akan kepindahan lisensi ini pun disampaikan lewat akun Instagram resmi Miss Grand International, di mana turut hadir pemenang MGI 2017, Maria Jose Lora. 

[Gambas:Instagram]

Sementara itu, Dikna Faradiba, Putri Pariwisata 2015 ditunjuk sebagai National Director Miss Grand Indonesia. Baginya, hal ini jadi sebuah tantangan besar. Jika sebelumnya ia seorang kontestan, maka kini ia akan jadi wadah bagi para kontestan.

"Ketika saya membuka ajang kecantikan saya bisa jadi wadah bagi perempuan-perempuan Indonesia. I can do this, so you can," katanya.

Dikna berkata, Miss Grand Indonesia akan diadakan rutin setiap tahun. YDG akan mengadakan roadshow di 18 kota di Indonesia. Pada 28-29 Februari mendatang, audisi perdana akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan.

"Audisi akan dimulai Februari sampai pertengahan April. Jakarta pastinya bakal jadi big audition karena kami tidak roadshow ke semua kota di Indonesia jadi bisa audisi di Jakarta," tambahnya.


Awalnya, Indonesia mengirim wakil untuk ajang MGI berdasarkan kompetisi Puteri Indonesia di bawah naungan Yayasan Puteri Indonesia (YPI). Finalis, khususnya Runner Up 3 Puteri Indonesia otomatis melaju ke ajang MGI. Hingga tahun lalu, Indonesia turut serta dalam kontes Miss Grand International lima kali sejak 2013. 

Selama lima kali mengirimkan wakilnya, Indonesia sempat menorehkan prestasi. Wakil Indonesia, Ariska Putri Pertiwi berhasil meraih mahkota Miss Grand International 2016. Tahun lalu, Dea Goesti Rizkita, meraih gelar Best National Costume dan Top Voting.

Dihubungi terpisah, Mega Angkasa, Kepala Departemen Komunikasi YPI membenarkan akan kepindahan lisensi terkait wakil Indonesia untuk berlaga ke Miss Grand International ini.

"Kedua belah pihak pasti ada pertimbangan masing-masing sehingga akhirnya keputusan ini yang diambil," ujar Mega beralasan, saat dihubungi di Jakarta, pada Senin (29/1). (rah/rah)